Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China dan Rusia Terus Tingkatkan Pengendalian terhadap Internet

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 8 Maret 2013 01:43 1:43 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 8 Maret 2013 01:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–China dan Rusia sedang membeli teknologi yang semakin kuat guna melakukan pengawasan komunikasi dan mengendalikan internet. Demikian disampaikan pejabat senior Amerika Serikat, Kamis (7/3/2013).

Alec Ross, Penasehat Senior Kementerian Luar Negeri untuk inovasi, mengatakan, pemain baru seperti Thailand dan Ukraina juga sedang menentukan bentuk masa depan internet dengan memutuskan apakah akan membuka secara global atau beroperasi lebih tertutup di lingkup nasional secara “intranet”.

Ia menyatakan, internet tampaknya akan diatur, setelah upaya untuk menegakkan kebijakan pemerintahan global ambruk tahun lalu.

“Banyak negara Timur Tengah, Rusia, China, dan lain-lain, akan mengambil sikap yang semakin agresif untuk mengendalikan internet,” kata Ross.

“Di dunia di mana negara-negara seperti Rusia, China, dan lain-lain yang sama sekali berbeda dengan Amerika Serikat, dan juga visi yang sama sekali berbeda bagaimana internet harus diatur, maka saya pikir itu akan menjadi sangat sulit untuk mendapatkan titik resolusi pada beberapa masalah. “

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan, China, Rusia, dan negara-negara lain, telah membeli teknologi pengawasan, kecuali di Amerika Serikat yang tidak melakukan pembatasan, hanya seorang hakim saja yang berhak menentukan penggunaannya untuk jangka waktu ditetapkan.

“Jadi saya melihat, akan ada miliaran dolar diinvestasikan guna membeli teknologi-teknologi pengawasan yang canggih ke negara-negara ini,” kata Ross.

Amerika Serikat dan China telah selama berbulan-bulan bertikai atas penggunaan internet, yang masing-masing menuduh yang lain melakukan hacking ke situs situs-situs utama pemerintah.

Pemerintahan Obama berkomitmen untuk membela kebebasan internet sebagai “pilar prioritas kebijakan luar negeri Amerika” sehingga menolak perjanjian global tahun lalu, kata Ross, dilaporkan Reuters.

Upaya untuk menetapkan kebijakan di seluruh dunia guna melakukan pengawasan internet gagal ditetapkan di Dubai pada bulan Desember, setelah banyak negara Barat mengatakan, rencana-rencana ini terlalu banyak memberikan kekuasaan kepada PBB dan para pejabatnya.

Amerika Serikat dan sekutu berjuang untuk menjaga mandat dari Uni Telekomunikasi Internasional, sebuah lembaga PBB, dari upaya pengawasan lebih lanjut terhadap internet, karena khawatir bisa menyebabkan peningkatan penyensoran dan penurunan dramatis dalam anonimitas.

Blok negara-negara yang dipimpin oleh Rusia menginginkan pintu untuk regulasi lebih banyak tentang isu-isu dunia maya melalui spam, keamanan, dan pengaturan alamat pada halaman web.

Namun, Ross mengatakan, sekitar 30 negara yang akan menjadi pemain baru, di luar raksasa internet yang ada, akan mengambil peran penting dalam menentukan, apakah ada internet yang terbuka secara global atau “dikendalikan secara intranet nasional”.

“Itu tidak hanya diputuskan oleh negara-negara yang sangat besar seperti Amerika Serikat, China, dan Rusia, akan tetapi ditentukan oleh negara-negara seperti Thailand, Ukraina, dan banyak negara lain, yang akan membuat jaringan sendiri dan menetapkan tata norma dalam sistem teknologi mereka sendiri,” katanya.

Ross, yang akan ia mundur dari pemerintah untuk menulis buku dan mendirikan perusahaan, telah berbicara di Jenewa, di mana Amerika Serikat telah memberi enam penghargaan “Pahlawan Kebebasan Internet”, bekerja mengatasi hambatan-hambatan sebagaimana yang sedang dilakukan di Rusia dan Iran.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH. Hasyim Muzadi: Desakan Pembubaran Densus karena Negara Tak Adil
Tulisan selanjutnya JK: Toleransi di Indonesia Sangat Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?