Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Duterte: Saya Bunuh Kriminal, Bukan Anak-anak dan Orang Tua

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 Mei 2022 13:51 1:51 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 26 Mei 2022 13:50
Bagikan
Pemberontak komunis Filipina
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Filipina yang akan segera habis masa jabatannya Rodrigo Duterte mengkritik pemimpin Rusia Vladimir Putin karena pasukan Rusia membunuh warga sipil tak bersalah di Ukraina, dengan mengatakan “saya membunuh kriminal, saya tidak membunuh anak-anak dan orang tua.”

Hal itu dikemukakan Duterte, dalam pernyataan yang ditayangkan hari Selasa (24/5/2022), ketika dia menyebut invasi Rusia terhadap Ukraina telah menyebabkan lonjakan harga minyak global di banyak negara, termasuk Filipina, lansir Associated Press.

Menegaskan bahwa dirinya tidak mengutuk Vladimir Putin, presiden Filipina itu mengaku tidak setuju dengan Putin yang memberi label invasi pasukan Rusia ke Ukraina itu sebagai “operasi militer khusus”. Duterte menegaskan bahwa perang berskala penuh itu jelas merupakan serangan terhadap sebuah negara berdaulat.

“Banyak orang mengatakan bahwa Putin dan saya sama-sama pembunuh. Saya sudah pernah katakan kepada rakyat Filipina bahwa saya memang membunuh. Namun, saya membunuh para kriminal, saya tidak membunuh anak-anak dan orang tua,” kata Duterte, dalam rapat kabinet mingguan yang disiarkan televisi. “Kami berada di dua dunia yang berbeda,” imbuh Duterte, menegaskan apa yang dilakukannya tidak sama dengan yang dilakukan oleh Putin.

Sebagaimana diketahui, kebijakan perang melawan narkoba yang digaungkan Duterte telah menelan banyak korban jiwa. 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok-kelompok peduli HAM mengatakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 6.000. Mereka yang mati tidak hanya pengedar narkoba, tetapi juga ada anak-anak dan orang tidak bersalah.

Lebih dari sepekan setelah pasukan Rusia menyerbu Ukraina, Filipina memberikan suara mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mengutuk invasi Rusia. Filipina mengimbau perlindungan warga sipil dan infrastruktur publik di Ukraina, meskipun Duterte menahan diri untuk tidak mengkritik keras Putin dan mengatakan dia akan tetap netral dalam konflik yang berpotensi mengarah pada penggunaan senjata nuklir dan memicu Perang Dunia III itu.

Berbicara kepada Putin “sebagai teman” dan Kedutaan Besar Rusia di Manila, Duterte mendesak mereka untuk berhenti mengebom dan menembakkan peluru artileri di daerah pemukiman dan mengizinkan warga sipil yang tidak bersalah untuk mengungsi dengan aman sebelum pasukan Rusia melancarkan serangannya.

“Anda mengendalikan segalanya. Bagaimanapun, Anda memang yang memulai keributan di sana, jadi kendalikan tentara Anda dengan ketat. Mereka itu menyerang membabi-buta,” kata Duterte ditujukan kepada Putin.

Duterte mengatakan dia khawatir tentang stabilitas pasokan minyak ke negaranya karena perang di Ukraina terus berkecamuk dan memicu ketidakstabilan global.

“Saya sudah berada di penghujung masa jabatan dan saya tidak tahu bagaimana menyelesaikan masalah ini,” kata Duterte. “Kita harus menyelesaikan perang antara Ukraina dan Rusia sebelum kita dapat berbicara tentang kembali ke keadaan normal,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filipinainvasiKriminalminyaknarkobaRodrigo DuterterusiaUkrainaVladimir Putin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Prancis  Menangguhkan Peraturan yang Memperbolehkan Burkini di Grenoble
Tulisan selanjutnya Amerika Tangkap Pria Iraq Terkait Rencana Pembunuhan George W Bush

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?