Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekas Orang Nomor Dua Vatikan yang Menutupi Kasus-Kasus Seksual Gereja Katolik Meninggal Dunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Mei 2022 08:37 8:37 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Mei 2022 08:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kardinal Angelo Sodano, seorang pialang kekuasaan Vatikan yang kontroversial selama lebih dari seperempat abad yang dituduh menutupi salah satu pelaku pelecehan seksual paling terkenal di Gereja Katolik, meninggal dunia pada usia 94 tahun, lapor Reuters Sabtu (28/5/2022).

Sodano, yang sakit selama beberapa waktu dan meninggal pada Jumat malam, menjabat sebagai menteri luar negeri Vatikan di bawah kepemimpinan dua paus — Yohanes Paulus II dan Benediktus XVI. Dia memegang jabatan nomor dua dalam hirarki di Vatikan selama 16 tahun antara 1990 dan 2006.

Diyakini oleh banyak kalangan bahwa Sodano, bersama dengan sekretaris Yohanes Paulus II – kala itu Uskup Agung Stanislaw Dziwisz, yang menjalankan Gereja Katolik di tahun-tahun terakhir hidup paus asal Polandia itu. Yohanes Paulus II meninggal dunia pada tahun 2005 akibat Parkinson’s dan penyakit-penyakit lain yang menggerogoti kesehatannya.

Dalam serangkaian laporan yang dipublikasikan di National Catholic Reporter pada 2010, penulis Jason Berry, seorang pakar terkemuka tentang krisis pelecehan seks di lingkungan Gereja, menulis bagaimana Sodano menghalangi Vatikan untuk menyelidiki Pastor Marcial Maciel, rohaniwan tercela pendiri orde Legion of Christ.

Setelah kematian Yohanes Paulus II, Paus Benediktus XVI meningkatkan penyelidikan terhadap Maciel dan memecatnya pada tahun 2006, ketika Vatikan mengakui bahwa tuduhan-tuduhan seksual yang ditepis selama beberapa dekade adalah benar adanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Legion of Christ, yang di antara aturannya melarang mengkritik pendirinya atau mempertanyakan motifnya, kemudian mengakui bahwa Maciel, yang meninggal pada 2008, menjalani kehidupan ganda sebagai seorang pedofilia, penggoda wanita, dan pecandu narkoba.

Sodano beberapa kali membantah tuduhan bahwa dia mengetahui kehidupan ganda Maciel dan bahwa dia menutupinya. Maciel, seorang rohaniwan konservatif yang dipandang sebagai benteng melawan liberalisme di Gereja Katolik, diketahui memberikan banyak uang kepada Vatikan.

Pada 2010, empat tahun setelah Paus Benediktus menggantikan Sodano sebagai menteri luar negeri, Kardinal Wina Christoph Schoenborn menuduh Sodano telah memblokir penyelidikan skala penuh terhadap mantan Kardinal Austria Hans Hermann Groer.

Groer mengundurkan diri sebagai uskup agung Wina pada tahun 1995 setelah tuduhan bahwa dia telah melakukan pelecehan seksual terhadap para seminaris muda di masa lalu. Dia meninggal pada tahun 2003 tidak pernah mengaku bersalah atau diadili atas tuduhan-tuduhan itu.

Sodano juga membantah tuduhan tersebut.

Pada tahun 2010 para korban kejahatan seksual pendeta mengutuk Sodano, karena dalam pidato Paskah yang ditujukan kepada publik mengatakan bahwa tuduhan-tuduhan itu sebagian besar hanyalah “gosip kecil”.

Ditahbiskan sebagai imam pada tahun 1950, Sodano bergabung dengan dinas diplomatik Vatikan beberapa tahun kemudian. Dia bertugas di kedutaan Vatikan di Ekuador, Uruguay, Chili sebelum dipanggil kembali ke Vatikan untuk menduduki jabatan administratif senior, termasuk posisi nomor dua di Vatikan.

Juan Carlos Cruz, korban pelecehan seksual pendeta di negara asalnya Chili dan sekarang menjadi anggota komisi Vatikan untuk mencegah pelecehan seksual, menulis di Twitter bahwa Sodano adalah “seorang pria yang menimbulkan begitu banyak kerusakan pada begitu banyak orang dan menutupi kejahatan seksual yang terjadi selama bertahun-tahun di Chili dan dunia”.

Sodano adalah duta besar Vatikan di Chili antara 1977-1988.

Orang dalam Vatikan mengatakan bahwa bahkan setelah dia pensiun, Sodano, yang tetap tinggal di Vatikan, memiliki pengaruh yang signifikan dalam karir para pejabat Vatikan selama sisa masa kepausan Benediktus. Paus Benediktus XVI yang seharusnya menjabat sampai akhir hayat mengundurkan diri pada 2013 – di tengah maraknya tuduhan kasus seksual Gereja Katolik di seluruh dunia – dengan alasan usia tua dan kesehatan yang kurang baik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Benediktus XVIgerejaKardinalkatolikKejahatan SeksualLegion of ChristMarciel MacielpausSodanovatikanYohanes Paulus II
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kristolog Abdullah Wasi'an Kristolog Ini Ditakuti dan Pernah Dikeroyok 6 Pendeta dalam Debat Di Gereja
Tulisan selanjutnya Xinjiang Police File: Ribuan Dokumen dan Foto Muslim Uighur Bocor, Ungkap Kejahatan China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?