Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ribuan Ternak di Kansas Tewas Terpanggang Gelombang Panas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juni 2022 09:13 9:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juni 2022 09:13
Bagikan
kisah sapi betina
Bagikan

Hidayatullah.com– Gelombang hawa panas yang menerba wilayah Amerika Serikat menimbulkan efek mematikan bagi hewan ternak, di mana Kansas melaporkan 2.000 ekor sapi tewas terpanggang hawa panas.

Dilansir The Guardian Kamis (16/6/2022), pekan ini National Weather Services (NWS) memprediksi panas ekstrem di beberapa daerah pesisir Gulf (Teluk) dan menyebar ke daerah sekitar danau Great Lakes di bagian tengah-barat AS. Lebih dari 100 juta penduduk Amerika dianjurkan agar tetap tinggal di dalam rumah agar tidak tersengat hawa panas.

Kansas juga dihantam keras gelombang panas dan akan terus demikian selama beberapa waktu ke depan. Negara bagian itu adalah salah satu dari tiga produsen daging sapi teratas di Amerika Serikat, di mana jumlah sapi dua kali lebih banyak daripada manusia, dan daging sapi adalah salah satu ekspor utamanya.

Menurut United States Environmental Protection Agency (EPA), gelombang panas di AS terus meningkat berdasarkan frekuensi, durasi, dan intensitasnya dalam empat dekade sejak 1960-an.

Dikatakan oleh EPA jumlah tahunan gelombang panas meningkat dari dua pada 1960-an menjadi enam pada 2010-an. Musim gelombang panas sekarang mengakumulasi lebih banyak hari daripada dekade sebelumnya: pada 1960-an musim gelombang panas berlangsung sekitar 20 hari, pada 2010-an mencapai rata-rata 70 hari.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Yang jelas bagi hewan ternak (dan manusia, dalam hal ini) masalah stres hawa panas akan semakin menantang untuk diatasi bagi peternak, sebab bumi semakin panas,” kata Philip Thornton, seorang peneliti iklim dan profesor yang menulis laporan tahun 2021 tentang dampak peningkatan temperatur bumi pada ternak.

Gerald C Nelson, rekannya dalam penulisan laporan tersebut, membagikan pengalaman yang lebih pribadi.

Nelson, seorang ekonom pertanian dan profesor emeritus di University of Illinois Urbana-Champaign (UIUC), berasal dari keluarga petani ternak. Kurun dua tahun terakhir saja, satu-satunya sepupunya yang menggeluti usaha peternakan mengalami kerugian besar berupa kekeringan ekstrem, kebakaran lahan yang menghanguskan sebagian besar lahan pengembalaan dan kerusakan infrastruktur fisik yang banyak.

Thornton, yang merupakan ahli strategi penelitian di Netherlands Food Partnership dan seorang profesor di University of Edinburgh, mengatakan ada langkah-langkah yang dapat diambil petani untuk merawat ternak mereka selama gelombang panas ekstrem, tetapi hal itu tergantung pada kelayakannya.

Dia menyarankan untuk meningkatkan sistem ventilasi dan pendinginan dan untuk produksi di luar ruangan, pakan tambahan dapat membantu mengatasi stres panas pada hewan dalam beberapa kasus.

Tapi langkah itu bisa menaikkan biaya, imbuhnya. Tambahan biaya itu mungkin menjadi masalah mengingat petani sudah berjibaku dengan meningkatnya biaya pakan ternak menyusul invasi Rusia ke Ukraina dan dampaknya terhadap pasokan pangan global.

“Dalam jangka panjang, cara paling efektif untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan melipatgandakan upaya kolektif kita guna mengurangi emisi rumah kaca secepat dan sekomprehensif mungkin,” katanya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatgelombang panasKansassapiternak
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribet Ribut Nama Baru Turkish Airlines
Tulisan selanjutnya BNPT Beberkan Strategi Kelompok Khilafatul Muslimin, Tuding Terapkan Taqiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?