Hidayatullah.com– Badan intelijen Belanda mengatakan, hari Kamis (176/6/2022), bahwa mereka menggagalkan upaya canggih oleh mata-mata Rusia yang menggunakan identitas Brazil palsu untuk magang di International Criminal Court (ICC) yang sedang menyelidiki dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.
General Intelligence and Security Service of the Netherlands atau AIVD mengatakan pria berusia 36 tahun itu, diidentifikasi sebagai Sergey Vladimirovich Cherkasov, bekerja untuk dinas intelijen Rusia GRU dan berusaha mendapatkan akses ke mahkamah internasional itu yang berbasis di Den Haag dengan nama Viktor Muller Ferreira.
“Apabila agen intelijen itu berhasil memperoleh akses sebagai pegawai magang di ICC, dia akan dapat mengumpulkan informasi intelijen di sana dan mencari orang untuk direkrut, serta dapat mengakses sistem digital ICC,” kata badan telik sandi Belanda itu.
“Dengan begitu dia akan bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap intelijen yang dicari GRU. Dia mungkin juga dapat mempengaruhi proses pidana ICC,” imbuhnya.
AIVD mengatakan pihaknya berhasil mengungkap identitas pria tersebut dan memberitahukan badan keimigrasian Belanda pada bulan April yang kemudian menyatakannya sebagai ancaman bagi keamanan nasional.
Dengan alasan-alasan itu, pria tersebut ditolak masuk Belanda pada bulan April dan ditetapkan sebagai persona non grata. Dia kemudian langsung dikirim kembali ke Brazil, kata AIVD, yang tidak menjelaskan bagaimana pihaknya mengetahui bahwa orang tersebut sebenarnya agen mata-mata Rusia yang menggunakan identitas palsu Brazil.
Pada bulan Maret, jaksa ICC Karim Khan membuka penyelidikan di Ukraina, di mana pasukan Rusia dituduh melakukan kejahatan perang. Pengadilan itu juga sedang menyelidiki dugaan kejahatan yang dilakukan selama Perang Rusia-Georgia 2008 dan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk tiga orang yang bertugas di Republik Ossetia Selatan, negara yang dideklarasikan secara sepihak kemerdekaannya dengan dukungan Rusia.
Jubir pengadilan internasional itu Sonia Robla mengatakan bahwa ICC diberitahu oleh pihak berwenang Belanda dan sangat berterima kasih kepada Belanda atas operasi penting itu yang berhasil mengungkap bahaya yang mengancam ICC.
Robla mengapresiasi Belanda yang sebagai tuan rumah dari kantor pusat ICC sangat melindungi mahkamah internasional tersebut.
“ICC menanggapi ancaman ini dengan sangat serius dan akan terus bekerja dan bekerja sama dengan Belanda,” tegas Robla, seperti dilansir Associated Press.
Dalam pernyataan perihal upaya infiltrasi yang gagal itu, badan intelijen Belanda mengatakan Cherkasov menggunakan “identitas samaran yang dibuat dengan sangat baik yang dengannya dia menyembunyikan semua keterkaitannya dengan Rusia pada umumnya, dan GRU pada khususnya.
Agen ilegal itu, menurut AIVD, mendapatkan pelatihan yang lama dan intensif. Intelijen Belanda bahkan merilis sebuah dokumen yang sudah disunting, bertanggal sekitar 2010, yang di dalamnya memaparkan bagaimana dia mengarang cerita tentang latar belakang palsunya.
“Disebabkan identitas alias mereka, agen-agen ilegal seperti ini sulit untuk ditemukan,” kata AIVD. “Oleh karena itu mereka sering tidak terdeteksi, sehingga memungkinkan bagi mereka untuk melakukan aktivitas intelijen. Oleh karena mereka menampilkan dirinya sebagai orang asing, mereka akan bisa mengakses infoyyang tidak dapat diakses oleh orang yang berkewarganegaraan Rusia.”
Ini bukan pertama kalinya mata-mata Rusia mencoba menyusup ke dalam organisasi internasional yang bermarkas di Den Haag.
Pada tahun 2018, Menteri Pertahanan Belanda menuduh mata-mata GRU berusaha melakukan peretasan terhadap sistem Organization for the Prohibition of Chemical Weapons dan ke dalam database terkait penyelidikan internasional terhadap insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 tahun 2014 di wilayah Ukraina. Hasil penyelidikan mengatakan pesawat itu dijatuhkan oleh rudal yang ditembakkan ke arah Ukraina dari pangkalan militer Rusia dan ditembakkan dari wilayah yang dikendalikan oleh separatis pro-Moskow. Rusia membantah terlibat dalam kasus tersebut.*