Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hasil Studi Mengungkap Pedofilia Meluas di Keuskupan Münster dan Sengaja Ditutupi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juni 2022 14:45 2:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juni 2022 14:45
Bagikan
Sebuah plakat menampakkan gambar mantan Uskup Agung Munich dan Freising Joseph Ratzinger (kiri), Uskup Agung Munich saat ini dan kardinal Freising Reinhard Marx (tengah) dan uskup agung Cologne, kardinal Rainer Maria Woelki (kanan), selama demonstrasi di depan konferensi pers tentang laporan pelecehan seks anak di Keuskupan Agung Munich-Freising, pada 20 Januari 2022 di Munich, Jerman selatan. (Foto AFP)
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebuah studi universitas menemukan setidaknya 610 anak di bawah umur menjadi korban kejahatan seksual meluas yang dilakukan para rohaniwan gereja di wilayah Keuskupan Münster, Jerman.

Oleh karena banyak kasus yang tidak dilaporkan, peneliti memperkirakan jumlah korban yang sebenarnya bisa jadi 10 kali lebih tinggi.

Cakupan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur (pedofilia) di lingkungan Keuskupan Münster atau jauh lebih luas dari perkiraan sebelumnya, menurut hasil studi Yanga dirilis hari Senin (13/6/2022) itu, lansir DW.

Penelitian selama dua tahun tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Münster, dan didirikan atas prakarsa Keuskupan Münster. Peneliti memeriksa kasus kejahatan seksual yang terjadi di wilayah keuskupan itu antara 1945 dan 2020.

Dari kurun 75 tahun itu, mereka berhasil mencatat sedikitnya 610 korban anak di bawah umur yang mengalami pencabulan oleh rohaniwan-rohaniwan gereja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Oleh karena rintangan yang tinggi untuk melaporkan pencabulan dan stigma yang melingkupinya, jumlah kasus sebenarnya kemungkinan “jauh lebih tinggi,” menurut hasil studi tersebut.

Mayoritas korban pencabulan oleh pendeta dan rohaniwan gereja berusia antara 10 dan 14 tahun.

Studi tersebut memperkirakan setidaknya ada 5.000 hingga 6.000 korban di wilayah Keuskupan Münster saja.

“Sekitar tiga perempat korban adalah anak laki-laki, dan seperempatnya adalah perempuan,” menurut rilis pers pihak universitas.

Korban kerap memiliki keterkaitan erat dengan gereja – seperti sebagai anak altar atau tergabung dengan aktivitas atau kelompok kegerejaan lain – dan para pelaku mengeksploitasi keterkaitan itu dengan sangat tidak bermoral, menurut studi itu.

Parahnya, hasil studi juga menunjukkan para pemimpin gereja ikut ambil bagian “menutupi” pencabulan yang terjadi selama kurun 75 tahun itu.

Sekitar 196 anggota klerus (rohaniwan gereja) di lingkungan Keuskupan Münster terlibat dalam pencabulan tersebut sejak 1945.

Para klerus termasuk 183 pendeta, seorang diakon tetap dan 12 bruder dalam ordo yang berada di bawah otoritas uskup Münster, papar hasil studi tersebut.

Menurut para peneliti, “mayoritas rohaniwan tersangka pencabulan hanya dipindahkan” dan kegiatan pastoral mereka tidak dibatasi.

Lebih jauh studi itu mendapati adanya “kegagalan besar dalam kepemimpinan” di era empat uskup yang memimpin Keuskupan Münster dari 1947 sampai 2008 — Michale Keller, Joseph Höffner, Heinrich Tenhumberg dan Reinhard Lettman.

Tidak hanya itu, uskup saat ini Bishop Felix Genn, yang menjabat sejak 2008, awalnya lambat untuk bertindak terhadap para pelaku pencabulan.

Pada Januari tahun ini, sebuah laporan yang dibuat oleh keuskupan agung di Munich mengatakan beberapa pejabat gereja menangani kasus-kasus pencabulan dengan buruk.

Di antara mereka yang dituduh mengetahui tentang kasus-kasus pencabulan tetapi gagal mengambil tindakan adalah pensiunan Paus Benediktus XVI. Ia menjabat sebagai uskup agung Munich dan Freising dari 1977 hingga 1982 saat masih dikenal sebagai Kardinal Joseph Ratzinger.

Mantan paus itu membantah tuduhan yang menyatakan bahwa dia terlibat dalam usaha menutup-nutupi kasus-kasus pencabulan oleh para rohaniawan gereja Katolik terhadap anak-anak.

Sebuah studi tahun 2018 yang ditugaskan oleh German Bishop’s Conference menemukan bahwa lebih dari 1.600 pendeta di Jerman melakukan kejahatan seksual terhadap lebih dari 3.600 anak di bawah umur antara tahun 1946 dan 2014.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ajoseph ratzingergerejaJermanKardinalkatolikKejahatan SeksualkeuskupanMünsterPaus Benediktus XVIpedofiliapencabulanpendeta
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belanda Gagalkan Mata-mata Rusia yang Berusaha Menyusup ke ICC
Tulisan selanjutnya Sekjen PBB ke Otoritas Beirut: Hormati Keputusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Rafik Hariri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?