Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ghana Laporkan Dua Kematian Akibat Virus Marburg Mirip Ebola

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2022 15:32 3:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2022 15:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Dua kematian akibat virus Marburg telah diidentifikasi di Ghana, kasus pertama penyakit mirip Ebola yang ditemukan di negara di barat Afrika tersebut.

Pada bulan ini, sampel darah yang diambil dari dua orang di wilayah Ashanti menunjukkan mengandung vitus Marburg.

Sampel dikirim ke Pasteur Institute di Senegal, yang mengkonfirmasi diagnosisnya, kata Ghana Health Service (GHS). 

“Ini pertama kalinya Ghana mengonfirmasi penyakit virus Marburg,” kata kepala GHS Patrick Kuma-Aboagye seperti dilansir The Guardian Senin (18/7/2022).

Belum ada pengobatan atau vaksin untuk Marburg, yang hampir sama mematikannya dengan Ebola. Gejalanya antara lain demam tinggi serta pendarahan internal dan eksternal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sembilan puluh delapan orang yang diidentifikasi sebagai kasus kontak ditempatkan di karantina, kata GHS dalam pernyataannya, menggarisbawahi bahwa belum ada kasus Marburg lain yang ditemukan di Ghana.

World Health Organization (WHO) menyatakan kasus tersebut sebagai wabah pertama Marburg di Ghana.

“Otoritas kesehatan sigap bertindak, segera bersiap untuk kemungkinan wabah,” kata Direktur Regional WHO untuk Afrika Dr Matshidiso Moeti.

“Ini bagus karena tanpa tindakan segera dan tegas, Marburg bisa dengan mudah lepas kendali. WHO turun ke lapangan mendukung otoritas kesehatan dan sekarang setelah dinyatakan sebagai wabah kami mengumpulkan lebih banyak sumber daya untuk menanggulanginya.”

WHO mengatakan Guinea sudah mengkonfirmasi satu kasus ketika dinyatakan ada wabsh Marburg pada September 2021.

Wabah dan kasus sporadik Marburg di Afrika sebelumnya dilaporkan terjadi di Angola, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Afrika Selatan dan Uganda, menurut WHO.

Virus Marburg dapat menyebar dari hewan yang terinfeksi, termasuk kelelawar.

“Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk menghindari gua-gua yang dihuni kawanan kelelawar dan memasak hingga matang semua produk daging sebelum dikonsumsi,” saran otoritas kesehatan Ghana.

Di samping itu, siapa saja yang pernah kontak dengan penderita Marburg, termasuk staf medis, harus melakukan isolasi mandiri.

Penyakit yang disebabkan virus ini membuat orang yang terjangkit tiba-tiba merasakan gejala, berupa demam tinggi dan sakit kepala berat. Tingkat kematian dalam kasus terkonfirmasi berkisar dari 24% hingga 88% pada wabah-wabah sebelumnya, tergantung varian virus dan manajemen kasusnya, menurut WHO.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaEbolaGhanaVirus MarburgWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya nuklir Iran AS AS dan Saudi Sepakat untuk Menghentikan Proyek Nuklir Iran
Tulisan selanjutnya GNPF Ulama Laporkan Zein Kribo ke Bareskrim Polri Terkait Penecemaran Nama Baik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?