Hidayatullah.com– Pemain sepakbola Benjamin Mendy, bintang Manchester City terdakwa kasus pemerkosaan, di pangadilan mengakui bahwa dirinya menikmati berhubungan seks dengan banyak wanita, dan mudah baginya untuk mendapatkan teman kencan.
Pria berusia 28 tahun itu, yang dituduh melakukan tujuh pemerkosaan, mengatakan kepada pengadilan Chester Crown Court, “jujur, sangat mudah” baginya untuk mendapatkan wanita yang mau diajak berhubungan seks dengannya.
Mendy mengatakan dia mulai mendapat perhatian dari kaum Hawa ketika berusia 18 tahun dan bermain untuk klub Marseille.
Ketika ditanya oleh Eleanor Laws KC, pengacara pembelanya, apakah dia menyadari mengapa dirinya mudah untuk mendapatkan teman kencan, Mendy berkata: “Awalnya tidak, tapi setelah itu ya. Karena status [saya].”
Saat bergabung dengan Manchester City pada 2017, kata Mendy, perhatian yang didapatkan dari para wanita menjadi “sepuluh kali lebih banyak”.
Dia berkata, “Cara mereka datang kepada saya, itu bukan karena penampilan saya, melainkan karena sepakbola.”
Ditanya bagaimana sikapnya tentang berhubungan seks dengan wanita yang tidak terlalu dikenalnya, dia menjawab, “Kala itu saya tidak berpikir soal bagaimana perasaan mereka atau bahwa mereka juga bisa merasa kesal, karena bagi saya, jika mereka ingin berhubungan seks dan saya juga mau, semuanya baik-baik saja dan saya akan terus berpesta.”
Mendy mengaku bahwa dirinya menikmati “berhubungan seks dengan banyak wanita “.
Namun, dia berkata jika seorang wanita berkata “tidak”, maka baginya tidak masalah, “saya akan menerimanya dan saya akan berhenti”.
Pesepakbola asal Prancis itu mengaku “tidak pusing” soal kontrasepsi (kondom), meskipun dia “mengetahui risikonya”. Dia mengatakan berhubungan seks dengan beberapa wanita berbeda dalam satu malam merupakan “hal yang normal” baginya.
Ketika ditanya apakah dia masih berpesta dengan para wanita yang tidak dikenalnya sesudah pertama kali ditangkap, Mendy berkata, “Saya tidak melakukan kesalahan apa-apa, jadi saya, lanjut saja.”
“Apakah hal itu Anda sesali sekarang?” tanya Laws.
Mendy menjawab, “Yeah.”
Ketika diminta agar berbicara lebih keras saat memberikan kesaksian, Mendy mengatakan dirinya “malu” untuk berbicara soal seks.
Dia berkata: “Lebih malu lagi, ketika Anda mengajukan pertanyaan kepada saya, saya tidak bisa berteriak lantang ‘ya saya suka seks’ karena itu akan terlihat aneh.”
Juri diberitahu bahwa Mendy ditahan di dalam penjara mulai Agustus 2021 sampai Januari 2022.
Dia berkata: “Sepanjang hidup saya, saya tidak pernah punya waktu untuk benar-benar memikirkan apa yang saya lakukan.”
“Ketika saya di sana (penjara, red) saya sendirian. Anda duduk sepanjang hari, satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah berpikir.”
Ditanya apa yang dia pikirkan sekarang tentang wanita, dia berkata: “Dulu saya tidak tahu bahwa saya bisa menyakiti perasaan mereka meskipun kami berdua OK saja saat berhubungan seks.”
Dia mengatakan dia menyadari bahwa terkadang caranya berbicara tentang wanita adalah “tidak sopan”.
Mendy mengatakan dalam persidangan bahwa mendekam di penjara merupakan satu-satunya hal yang dia lakukan selain bermain sepakbola dan mendapatkan bayaran £4 sehari yang kemudian dibelanjakan di kantin.
Mendy mengaku ini untuk pertama kalinya dia harus berpikir banyak sebelum membelanjakan uangnya. Sebelum ini, kata Mendy, “Apapun yang saya mau langsung dapat dibeli.”
“Jadi itu mengajari saya tentang nilai uang,” kata Mendy perihal pengalaman hidup di dalam penjara.
“Saya sedih dan marah karena harus pergi [ke penjara] tetapi pada saat yang sama saya belajar banyak hal tentang kehidupan dan bagaimana saya dulu.”
Mendy menyangkal tujuh dakwaan pemerkosaan, satu dakwaan percobaan pemerkosaan, dan satu dakwaan penyerangan seksual terhadap enam wanita muda.
Temannya sesama terdakwa dalam kasus ini Louis Saha Matturie, 41, penduduk Eccles, Salford, menyangkal enam dakwaan pemerkosaan dan tiga dakwaan penyerangan seksual yang berkaitan dengan tujuh wanita muda. Pria asal Sierra Leone ini tidak ada hubungannya dengan mantan pesepakbola Prancis yang pernah bermain untuk Manchester United, Louis Saha.
Persidangan kasus ini masih belum tuntas, lapor BBC (9/11/2022).*