Hidayatullah.com—Kepolisian New York mengatakan bahwa mereka telah menghancurkan dengan aman sebuah paket berisi bom yang dikirimkan ke rumah miliarder George Soros di negara bagian New York.
Paket itu ditemukan oleh seorang karyawan Soros di dalam kotak surat, yang kemudian memberitahukan pihak berwajib sebelum membawanya ke sebuah daerah hutan kecil di dekat rumah, kata polisi seperti dilansir BBC Selasa (23/10/2018).
Insiden yang terjadi Senin petang (22/10/2018) itu sekarang sedang diselidiki oleh dinas intelijen dalam negeri Amerika Serikat FBI.
Soros sedang tidak ada di rumah yang terletak di Bedford, Weschester County itu ketika peristiwa terjadi, lansir berbagai laporan.
“Seorang karyawan di kediaman itu membuka paket tersebut, tampak sebuah barang yang rupanya adalah alat peledak,” kata pejabat dari Departemen Kepolisian Bedford kepada New York Times.
Polisi mengatakan menerima telepon pengaduan perihal paket mencurigakan itu pada pukul 15:45 waktu setempat. Tim penjinak bom kemudian menghancurkannya.
George Soros adalah miliarder Amerika Serikat, dilahirkan di Budapest (Hungaria) dari keluarga Yahudi, yang kini berusia 88 tahun dan memperkaya dirinya sendiri lewat spekulasi keuangan, seperti menggoreng mata-mata uang asing. Salah satu aksinya mengakibatkan krisis keuangan di kawasan Asia Tenggara pada tahun 1997, yang antara lain melemahkan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS. Kala itu dolar AS yang nilai tukarnya hanya sekitar 2.000 rupiah melambung hingga menembus angka 10.000 rupiah dan terus naik dan sampai sekarang tidak pernah lagi kembali ke angka di bawah 10.000 rupiah.*