Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Menteri Luar Negeri Baru ‘Israel’ Yair Lapid akan Melakukan Kunjungan Pertama ke UEA

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juni 2021 20:57 8:57 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juni 2021 07:00
Bagikan
Israel UEA
Bagikan

Hidayatullah.com–Menteri luar negeri “Israel” yang baru diangkat Yair Lapid akan menuju ke Uni Emirat Arab (UEA) minggu depan. Hal itu akan menjadi kunjungan pertama diplomat tinggi pemerintah Zionis ke emirat Teluk, setelah normalisasi hubungan antara kedua negara tahun lalu, lansir Al Jazeera.

Kementerian luar negeri “Israel” mengatakan pada hari Senin (21/06/2021) bahwa Lapid akan mengunjungi UEA dari 29 hingga 30 Juni, dan akan meresmikan kedutaan besar “Israel” di Abu Dhabi dan konsulat di Dubai.

UEA, Bahrain, Maroko, dan Sudan menjalin hubungan diplomatik dengan “Israel” di bawah Perjanjian Abraham yang ditengahi oleh mantan Presiden AS Donald Trump. Palestina telah mengutuk normalisasi tersebut, dengan mengatakan bahwa itu adalah pengkhianatan besar oleh negara-negara Arab dan merusak upaya menuju penentuan nasib sendiri Palestina.

Sejak kesepakatan itu ditandatangani September lalu, UEA, negara kaya minyak dengan pengaruh regional yang cukup besar, telah menandatangani sejumlah besar kesepakatan bisnis dengan Zionis “Israel”.

Kedua negara telah sepakat untuk mengabaikan persyaratan visa untuk warga negara masing-masing dan menandatangani sejumlah perjanjian bilateral tentang investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan, dan telekomunikasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah baru di “Israel” dan Amerika Serikat mengatakan mereka berharap untuk mencapai kesepakatan serupa dengan negara-negara Arab lainnya. Sebelum Perjanjian Abraham, Mesir dan Yordania adalah satu-satunya negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengan “Israel”.

Lapid adalah kekuatan pendorong di belakang pemerintah baru Zionis “Israel” yang dilantik lebih dari seminggu yang lalu yang mengakhiri rekor 12 tahun Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri.

Netanyahu adalah kekuatan pendorong di balik Kesepakatan Abraham. Sudan mengikutinya awal tahun ini.

Kesepakatan UEA-‘Israel’

UEA adalah negara Teluk Arab pertama yang mengumumkan hubungan aktif dengan penjajah “Israel”. Arab Saudi telah melunakkan sikapnya terhadap “Israel” tetapi menolak untuk menormalkan hubungan.

Orang-orang “Israel” telah berbondong-bondong ke UEA sejak kesepakatan dicapai baik untuk menikmati negara dan untuk mendapatkan keuntungan dari UEA menjadi pusat perjalanan utama yang memungkinkan perjalanan selanjutnya lebih mudah.

Tak lama setelah kesepakatan tercapai, pemerintahan Trump mengizinkan penjualan 50 jet tempur F-35 canggih ke UEA, yang akan menjadikannya negara kedua di Timur Tengah, setelah Zionis “Israel”, yang memperolehnya.

Pemerintahan Biden menunda kesepakatan itu pada Januari setelah mendapat kritik keras dari Demokrat di Kongres, yang berpendapat bahwa penjualan itu terlalu cepat dan tanpa transparansi yang memadai.

Tetapi pada bulan April, pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penjualan senjata senilai $23 miliar, dengan mengatakan akan bekerja sama dengan UEA untuk memastikan kepatuhan terhadap standar hak asasi manusia dan hukum perang.

UEA dan Bahrain menandatangani Kesepakatan Abraham pada September tahun lalu diikuti oleh Maroko pada Desember. Pemerintah transisi Sudan secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada Januari tahun ini.

Kesepakatan itu mematahkan konsensus bertahun-tahun di antara sebagian besar negara Arab yang mengatakan bahwa pengakuan resmi apa pun atas “Israel” bergantung pada akhir pendudukan wilayah Palestina dan pembentukan solusi dua negara di perbatasan 1967.

Otoritas Palestina (PA), yang berbasis di Tepi Barat yang diduduki, mundur dari kepemimpinannya dalam pertemuan Liga Arab sebagai protes dan memanggil duta besar mereka untuk UEA dan Bahrain.

Namun, setelah kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS, PA mengembalikan kedua duta besar tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelMenteri Luar NegeriUEAYair Lapid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kashmir Pakistan India Para Pemimpin Kashmir Desak Presiden India Kembalikan Otonomi
Tulisan selanjutnya Serangan pemukim ilegal Israel Otoritas Palestina: Pemerintah Baru ‘Israel’ telah ‘Memperkuat’ Agresifitas Pemukim Ilegal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?