Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berusaha Tinggalkan Kamp Seratusan Pengungsi Rohingya Dibui Aparat Myanmar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Januari 2023 14:13 2:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Januari 2023 14:13
Bagikan
Pengungsi Rohingya yang mencoba menyeberang sungai Naf ditempatkan di bawah pengawasan petugas keamanan di Teknaf, Bangladesh
Bagikan

Hidayatullah.com– Lebih dari 110 pengungsi Rohingya dijebloskan ke dalam bui oleh pengadilan sokongan junta militer Myanmar karena berusaha meninggalkan kamp tanpa dokumen.

Kelompok itu, termasuk di antaranya 12 anak, ditangkap bulan lalu di tepi pantai di daerah Ayeyarwady saat menunggu kedatangan perahu motor yang diharapkan akan mengantarkan mereka ke Malaysia.

Hukuman penjara yang diberikan kepada mereka berkisar dari dua hingga lima tahun, tergantung apakah mereka meninggalkan kamp Bangladesh atau Rakhine. Anak-anak mereka dikirim ke “sekolah pelatihan”.

Media lokal melaporkan sejak Desember 2021 sekitar 1.800 orang Rohingya, termasuk anak-anak, telah ditangkap karena berusaha meninggalkan kamp pengungsi.

Alasan penangkapan yaitu bepergian tanpa dokumen yang diperlukan, padahal mereka tidak memiliki surat kependudukan atau kewarganegaraan apapun karena Myanmar menolak mengakui Rohingya sebagai warganya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Suku minoritas yang kebanyakan menganut Islam itu tidak diakui sebagai warga negara Myanmar berdasarkan UU kewarganegaraan 1982.

“Pemenjaraan Rohingya terbaru oleh junta Myanmar ini adalah pengingat bagi dunia bahwa para arsitek genosida Rohingya masih tetap berkuasa di Myanmar,” kata Daniel Sullivan dari Refugees International seperti dikutip The Guardian Rabu (11/1/2023).

Pada 2017, hampir 75.000 orang Rohingya menyelamatkan diri ke Bangladesh guna menghindari persekusi brutal oleh militer Myanmar, yang saat ini menjadi subyek investigasi genosisa oleh Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC). Sekitar 600.000 orang Rohingya saat ini masih bermukim di negara bagian Rakhine (Arakan), di mana 142.000 dari mereka dikurumg di kamp-kamp tertutup bak penjara.

Sejak kudeta militer Februari 2021, Aung Kyaw Moe, seorang penasihat HAM pemerintah hasil pemilu Myanmar di pengasingan, mengatakan perlakuan terhadap etnis Rohingya semakin buruk.

Rohingnya di Rakhine dilarang bebas bepergian dan tidak diperbolehkan bepergian keluar daerah, kata Aung Kyaw Moe.

Pemenjaraan anak-anak di bawah umur jelas merupakan pelanggaran terhadap Committee on the Rights of the Child, tegas Kyaw Moe.

“Masyarakat internasional harus mengambil tindakan yang lebih konkret untuk menghentikan kekejaman ini, khususnya negara-negara ASEAN seperti Indonesia dan Malaysia yang sangat terpengaruh oleh upaya kepergian Rohingya.”

Di Bangladesh, maraknya tindak kekerasan, serangan seksual dan pelecehan di dalam kamp memaksa para pengungsi untuk meninggalkan tempat perlindungan sementara itu, kata Mohammed, seorang pengungsi Rohingya yang tinggal di salah satu kamp di  Bangladesh. Penculikan, pembunuhan, perdagangan manusia dan narkoba marak terjadi di sana.

Satu bulan terakhir, tiga kapal motor membawa lebih dari 150 Rohingya mencapai pantai Indonesia, tetapi satu kapal lain yang mengangkut lebih dari 180 orang belum diketahui nasibnya.

Meskipun mengetahui bahwa di laut dan risiko dijebloskan ke penjara, banyak pengungsi yang memilih melakoni perjalanan maut itu, kata Mohammed. “Rohingya berpikir penjara lebih baik bagi mereka.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshindonesiaMalaysiamilitermyanmarpengungsiRohingnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Bandara Heathrow Temukan Paket Terkontaminasi Uranium Milik Pebisnis Iran
Tulisan selanjutnya Mohammed bin Salman Dinobatkan Sebagai Pemimpin Arab Paling Berpengaruh Tahun 2022

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?