Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Isu Jilbab di Singapura Menghangat Lagi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2004 11:59 11:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2004 11:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Berbeda dengan di Perancis yang melarang lambang agama dipakai di sekolah-sekolah, pemerintahan Singapura membolehkan pelajar Sikh, Hindu memakai surban saat belajar.

Perbedaan itu selain dibolehkan secara fromal oleh Singapura kepada semua warganya, telah menyebabkan umat Islam menjadi resah dan tersinggung. Umat Islam menganggap, perlakukan itu sebagai tindakan yang sangat diskriminatif.

?Orang Islam tidak gembira dengan keputusan pemerintahan yang melarang jilbab,? ujar salah seorang tokoh oposisi, Partai Progresif Demokratik (DPP), Mansor Abdul Rahman, kepada Agence France Presse (AFP).

?Pemerintahan melanggar perlembagaan Singapura mengenai kebebasan beragama bila ia melarang jilbab,? katanya.

Suasana tegang pernah terjadi di negeri kecil itu saat pemerintah melarang kerudung pada 2002 yang menimpa empat pelajar sekolah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gara-gara perlakukan diskriminatif itu, seorang keluarga setempat terpaksa harus pindah sekolah dan tinggal di Australia.

Pemerintah Singapura menekankan ia tidak ingin isu mengenai jilbab itu dibahas secara terbuka karena dianggap menganggau kestabilan hubungan keagamaan di kalangan 3.5 juta penduduknya.

77 persen penduduk Singapura adalah keturunan Cina dan 14 persen keturunan Melayu Islam.

Dua tahun lalu, Perdana Menterinya, Goh Chok Tong juga memberi penjelasan kepada penduduk Melayu supaya tidak mencoba melakukan kampanye dalam isu dengan alasan akan menimbulkan kebencian terhadap mereka selepas insiden 11 September 2001.

Seperti dikutip Berita Harian dalalam wawancara dengan Lee Hsien Loong yang mengakui bahwa pelarangan jilbab adalah persoalan utama yang menyebabkan penduduk Melayu Singapura tersinggung.

Sejak beberapa tahun lalu, negara kecil di sebelah Indonesia ini bahkan sering mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang sangat menyakiti bangsa Indonesia.

Pemerintahan Singapura yang sebagaian penduduknya adalah keturanan Cina, sejak 1965 tidak membenarkan remaja muslim mengenakan jilbab di sekolah dengan alasan demi keharmonisan agama.

Singapura adalah satu-satunya negara Asia yang secara terang-terangan membuka kedutaan besar Israel. (AFP)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Televisi Halangi Berbahasa Anak
Tulisan selanjutnya Ulama Iraq Marah Sikap Bremer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?