Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

NY Times: Al-Qaida Tak Terkait Serangan Misi Diplomatik AS di Benghazi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Desember 2013 21:42 9:42 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Desember 2013 21:42
Bagikan
Serangan atas misi diplomatik Amerika di Benghazi, Chris Stevens (kanan).
Bagikan

Hidayatullah.com—Laporan New York Times hari Sabtu (28/12/2013) menyebutkan bahwa Al-Qaida tidak terkait dengan serangan atas kantor misi diplomatik Amerika Serikat di kota Benghazi, Libya, pada 11 September 2012.

Dalam laporannya yang didasarkan pada keterangan warga Libya yang mengetahui secara langsung perihal serangan tersebut, New York Times menulis bahwa tidak ada bukti Al-Qaida atau kelompok-kelompok internasional lain terlibat dalam serangan itu.

“Serangan itu justru dipimpin oleh para petarung yang diuntungkan secara langsung oleh serangan udara besar-besaran NATO saat terjadi pemberontakan” melawan diktator Muammar Qadhafi yang terbunuh pada bulan Oktober 2011, tulis New York Times.

Sebagaimana diketahui, pasukan udara NATO yang dipimpin Amerika Serikat dan Prancis melancarkan serangan udara atas tempat-tempat pertahanan Muammar Qadhafi untuk membantu para pemberontak bersenjata Libya, dengan menggunakan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang zona larangan terbang di negara itu.

New York Times menyebut, serangan itu dipicu oleh kemarahan warga atas penayangan video anti-Islam “Innocence of Muslims” yang disiarkan stasiun-stasiun televisi lokal. Kemarahan warga itu lantas diarahkan ke misi diplomatik Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ahmad Abu Khattala, meskipun termasuk pemimpin pemberontak yang ikut menggulingkan rezim Qadhafi, memiliki dendam kepada Amerika Serikat, lansir New York Times mengutip keterangan para pejabat AS yang ikut menyelidiki kasus tersebut.

Abu Khattala, sebut koran itu, secara terbuka menyatakan menempatkan Amerika Serikat dalam daftar musuh kafirnya tidak jauh di belakang Muammar Qadhafi.

Abu Khattala diketahui tidak memiliki afiliasi dengan kelompok-kelompok teroris, tulis New York Times.

Serangan atas misi diplomatik AS di Benghazi yang menewaskan duta besar Chris Stevens, beserta tiga warga Amerika lain termasuk anggota intelijen dan bekas marinir itu, sempat membuat keributan di lingkungan pemerintah negeri Paman Sam. Di mana parlemen menuding Gedung Putih menutupi peristiwa tersebut dan intelijen sebelumnya sudah tahu bahwa bakal ada serangan yang ditudingkan kepada Al-Qaida sebagai pelakunya itu.

Namun, menurut laporan New York Times tersebut, serangan itu adalah serangan spontan yang tidak direncanakan sebelumnya, karena merupakan reaksi atas film anti-Islam buatan warga Amerika keturunan Kristen Koptik Mesir.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tunjangan Dipangkas Pengangguran Amerika Semakin Kere
Tulisan selanjutnya Turis Hamil Berbondong ke Inggris Supaya Bersalin Gratis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?