Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Muslim Rohingya, Kelompok Minoritas Paling Teraniaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Januari 2015 11:08 11:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Januari 2015 11:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Meskipun ada tanda-tanda reformasi politik di Myanmar dalam beberapa tahun terakhir, kehidupan warga minoritas Muslim Rohingya belum juga Nampak membaik.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui warga minoritas Muslim Rohingya sebagai warga negara. Warga Rohingya menjadi sasaran serangan kekerasan masal dan terusir dari rumah-rumah mereka ke kamp-kamp yang kumuh. Banyak yang merasa harapan terbaik mereka adalah melarikan diri ke negara-negara tetangga acapkali dengan resiko besar.

PBB menyebut Muslim Rohingya sebagai kelompok minoritas yang paling teraniaya.

Setelah lari dari penganiayaan di Myanmar, warga Rohingya menganggap Malaysia, sebuah negara Muslim, sebagai tempat berlindung yang aman. Tapi Malaysia belum menandatangani konvensi PBB mengenai pengungsi sehingga warga Rohingya tidak bisa bekerja secara legal atau menyekolahkan anak-anak mereka, meskipun mereka lahir di Malaysia.

Para aktivis memperkirakan sekurangnya 18 ribu orang Rohingya tiba di Malaysia dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar merasa tidak punya pilihan kecuali melarikan diri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Serangan yang disertai kekerasan menyebabkan lengan dan leher Ayub Khan lumpuh sebagian.

“Saya berusaha melarikan diri dari serangan massa, tapi mereka menangkap saya dan membacok bahu saya,” kata Ayub dikutip Voice Of America (VoA).

Massa membunuh orangtua, anak-anak, dan seorang perempuan mengatakan pelaku perdagangan manusia membunuh suaminya ketika mereka lari dengan anak-anak mereka lewat Thailand menuju Malaysia.

“Di negara saya, sangat banyak pembunuhan, penyiksaan dan serangan-serangan yang disertai kekerasan, sehingga kami tidak bisa lagi tinggal di sana. Saya harus meninggalkan Myanmar dan pergi ke Thailand,” tutur Nayeemah, seorang pengungsi Rohingya.

Sementara warga Rohingya, Eman Hossein meninggalkan Myanmar menumpang kapal bersama sekitar 400 orang pengungsi Rohingya lainnya.

“Kalau ada yang meninggal, mayatnya dibuang ke laut. Sekurangnya 50-55 orang meninggal dalam perjalanan kami,” papar Eman Hossein.

Sekitar 40 ribu orang Rohingya di Malaysia terdaftar pada badan pengungsi PBB (UNHCR), sehingga mereka terlindung dari penangkapan dan deportasi. Tapi para aktivis memperkirakan masih banyak yang belum didaftar.

Nayeemah yang baru sampai, ingin meninggalkan Malaysia. Ia mengatakan, “Kalau saya tinggal disini, saya tidak akan bisa menyekolahkan anak-anak, jadi saya ingin (bisa) dimukimkan di negara lain.”

Aktivis Rohingya Mohammad Sadek memperkirakan sampai sekarang hanya sekitar 1.000 orang Rohingya yang telah dimukimkan di negara lain.

“Banyak pengungsi yang menunggu lebih dari tiga dekade. Mereka masih dalam kondisi yang sama tanpa harapan apapun. Jadi UNHCR harus memukimkan mereka secepatnya,” katanya.

Kesempatan tersebut mungkin tipis, tapi hidup sebagai pengungsi miskin yang terpinggirkan di Malaysia, masih bisa dikatakan lumayan, dibanding tinggal di negara asal mereka, Myanmar.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekerasanMuslimPBBpembantaianpengungsiRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Saudi Nilai Jamaah Haji Indonesia Terbaik di Dunia
Tulisan selanjutnya KWI Tolak Hukuman Mati, Tapi Dinilai Diam Penembakan Terduga Terorisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?