Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aung San Suu Kyi Menang, Apakah Muslim Rohingya Akan Lebih Baik?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 November 2015 08:10 8:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 November 2015 08:08
Bagikan
Aung San Suu Kyi
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemimpin oposisi Myanmar, Aung San Suu Kyi, mengklaim partai pimpinannya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), telah memenangi Pemilihan Umum (Pemilu).
Hal itu dia utarakan kepada BBC sejak Pemilu berlangsung hari Ahad (08/11/2015) lalu.

Sebagaimana diketahui, hasil perhitungan suara sementara menunjukkan NLD meraup suara terbanyak. Namun, hasil resmi perhitungan baru akan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Sementara untuk memenangi Pemilu secara resmi, NLD harus memeroleh 67% dari total 644 kursi di parlemen. Adapun 25% kursi telah dialokasikan untuk militer. Dalam perhitungan sementara, NLD memperoleh 49 dari 54 kursi yang telah dihitung.

Meski demikian, Koordinator Koalisi Masyarakat Indonesia Peduli Rohingya (KMIPR), Adnin Armas mengatakan, kemenangan peraih penghargaan Nobel Perdamaian dari Myanmar ini belum bisa diharapkan bisa mengangkat harkat warga Muslim khususnya etnis Rohingya yang telah mengalami penderitaan selama puluhan tahun.

“Tidak banyak berbeda,” ujar Adnin kepada hidayatullah.com.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Meski demikian, masih ada harapan dengan terpilihnya wanita kelahiran Yahoon 19 Juni 1945 ini jika memimpin Myanmar.

“Harapan kepada Suu Kyi namun tetap ada. Setidaknya dia sudah merasakan kerasnya junta militer terhadap dirinya. Dia harusnya juga bisa melihat sikap junta militer kepada Rohingya jauh lebih kejam, lebih sadis.”

Karena itu menurut Adnin, jika kemenangan Aung San Suu Kyi tak berdampak pada perobahan dan pembelaan Muslim Rohingnya, maka, ia tidak layak mendapatkan gelar Nobel yang diraihnya.

“Dia harusnya mengambil sikap lebih terbuka. Selama dia tidak melakukan perubahan, maka Noble Perdamaian yang dia pernah dapatkan, tidak layak ia untuk menerimanya,” ujar Adnin.

Seperti diketahui, Aung San Suu Kyi terus dipertanyakan seiring penderitaan Muslim Rohingya dan semakin banyaknya mereka pengungsi dan terdampar di berbagai negara.

Aung San Suu Kyi yang dijuluki ‘pahlawan demokrasi’ justru dinilai banyak dia atas penderitaan Muslim Rohingya. Sebelum ini,

Kantor berita Religion News Service (RNS) pernah mengupas, tidak akan ada yang bisa dilakukan oleh Aung San Suu Kyi untuk Rohingya.

“Saya tidak diam karena perhitungan politik. Saya diam karena, siapa pun yang berada di posisi saya, akan (melihat) ada lebih banyak darah. Jika saya berbicara untuk hak asasi manusia, mereka (Rohingya) hanya akan menderita. Akan ada lebih banyak darah,” tulis RNS.

Bagaimana umat Islam setelah kemenangan partai San Suu Kyi? Mari kita tunggu.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu Kyijunta militerMuslim MyanmarmyanmarNobelRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jumlah Wirausaha Indonesia Baru 0,18 Persen
Tulisan selanjutnya Tayangan Televisi Dinilai Berpengaruh Terhadap Kecendurangan LGBT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?