Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anti-Islam PEGIDA Eropa Gelar Demo Besar Tolak Imigran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Februari 2016 17:11 5:11 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Februari 2016 17:10
Bagikan
Demonstrasi yang dilakukan kelompok Pegida di Jerman
Bagikan

Hidayatullah.com– Ribuan orang kelompok anti-Islam PEGIDA di Eropa menggelar demo besar-besaran menentang kedatangan imigran asal Timur Tengah dan Afrika. Kebanyakan aksi ini berakhir bentrok dengan polisi atau kelompok tandingan.

Diberitakan Reuters, PEGIDA yang artinya Warga Eropa Patriot Menentang Islamisasi di Barat memulai aksi di kota Dresden di Jerman. Aksi ini telah mereka lakukan sejak tahun 2014, dengan dalih menentang Islamisasi di Jerman.

Demo pada Sabtu (06/02/2016) digelar untuk menentang penerimaan 1,1 juta imigran yang tiba di Jerman selama 2015.

Aksi tersebut juga disulut oleh pelecehan wanita di Cologne pada Malam Tahun Baru yang diduga dilakukan imigran. PEGIDA mengatakan, kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel soal imigran telah gagal.

“Kita harus berhasil menjaga dan mengendalikan perbatasan luar dan dalam Eropa,” kata seorang anggota PEGIDA, Siegfried Daebritz dalam orasinya di tepi Sungai Elbe, Dresden, sembari meneriakkan “Merkel harus turun!” dikutip CNN Indonesia hari Ahad  (07/02/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Polisi menolak menginformasikan jumlah demonstran di Dresden. Namun media Jerman memperkirakan demonstran berjumlah 8.000 orang, jauh di bawah perkiraan awal polisi yaitu 15 ribu orang.

Aksi tandingan yang diikuti ratusan orang juga digelar di Dresden. Mereka mengatakan bahwa PEGIDA adalah kelompok Neo Nazi yang anti solidaritas.

Menurut data Kementerian Dalam Negeri Jerman, di kuartal akhir 2015 ada 208 aksi anti-imigran di negara itu, naik dari 95 dibanding tahun lalu.

Aksi serupa juga Sabtu waktu setempat di beberapa kota di Eropa, seperti Amsterdam, Praha dan Birmingham serta Irlandia.

Di Calais, utara Perancis, puluhan orang ditahan dalam aksi anti-imigran. Demonstrasi ini tidak mendapatkan izin sehingga dibubarkan polisi.

Calais merupakan tempat berkemah ribuan pengungsi yang lari dari perang dan kemiskinan di Afrika dan Timur Tengah. Dari Calais, pengungsi berharap bisa menuju Inggris melalui English Channel.

Di Praha, Ceko, diperkirakan 2.200 orang dari PEGIDA dan penentangnya gelar aksi. Sempat terjadi kericuhan saat massa PEGIDA melempari rombongan pendukung imigran dengan batu dan botol.

Sekitar 20 pria bertopeng menyerang pusat donasi pengungsi dengan bom Molotov, memaksa evakuasi dan membuat seorang terluka akibat pecahan kaca.

Aksi serupa di Warsawa, Polandia, digawangi oleh kelompok sayap kanan ekstrem Ruch Narodowy atau Gerakan Nasional.

“Kami berdemo menentang Islamisasi Eropa, kami berdemo menentang imigrasi, melawan invasi,” kata pemimpin kelompok itu, Robert Winnicki.

Di Dublin, kelompok PEGIDA cabang Irlandia terlibat bentrok dengan massa anti-diskriminasi. Dalam sebuah video yang dirilis The Telegraph, kelompok penentang PEGIDA mengejar para anggota organisasi sayap-kanan radikal itu.

Para pendemo di Dublin menyebut massa PEGIDA sebagai “bajingan fasis” dan “bajingan fasis”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti IslamEropafasisimigranislam di eropaPegidapengungsi Suriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yang Perlu Anda Ketahui tentang E471
Tulisan selanjutnya Israel Meradang Kerjasamanya dengan Mesir Bocor di Pers

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?