Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obama: Salah, Jika Amerika Kirim Pasukan Darat ke Suriah dan Gulingkan Bashar Al-Assad

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 April 2016 06:05 6:05 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 April 2016 06:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Amerika Serikat Barack Obama menampik kemungkinan pengerahan pasukan darat oleh Amerika Serikat ke Suriah dan mengatakan upaya militer saja tidak dapat memecahkan masalah negara itu.

“Akan menjadi salah bagi Amerika Serikat, atau Inggris … mengirimkan pasukan darat dan menggulingkan rezim [Bashar Al-] Assad,” kata Obama kepada BBC.

Dia juga mengatakan bahwa menurutnya ISIS tidak akan dikalahkan pada masa 9 bulan terakhir dari jabatannya.

Namun dia berkata, “Kita perlahan-lahan dapat menciutkan daerah di mana mereka beroperasi.”

“Menurut saya tidak ada solusi yang sederhana,” kata Obama perihal konflik Suriah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Agar kita dapat mencari pemecahan jangka panjang atas masalah-masalah di Suriah, solusi militer saja –dan pastinya dengan kita mengerahkan pasukan darat– tidak akan membuahkan hasil,” kata Obama.

Lebih lanjut Presiden AS pertama berkulit hitam itu mengatakan pasukan koalisi pimpinan AS akan terus melancarkan serangan atas ISIS seperti di Raqqa (yang dianggap sebagai ibukota de facto Negara Islam bentukan ISIS, red) dan berusaha mengisolasi daerah itu, serta mengunci bagian dari negara itu yang mengirimkan para pelaga (fighters) asing ke Eropa.

Obama juga mengatakan komunitas internasional perlu terus melakukan tekanan terhadap semua pihak, termasuk Rusia, Iran dan kelompok-kelompok oposisi moderat, agar duduk bersama dalam meja perundingan dan berusaha mewujudkan transisi.

Namun, Obama menambahkan bahwa hal itu “sulit.”

Obama mengkritik negara-negara yang parlemennya tidak mengizinkan pemerintah mengambil tindakan di Suriah, tetapi pada saat yang sama mendesak Amerika Serikat untuk melakukan sesuatu.

Salah satu masalah yang dihadapi di Suriah adalah konflik di negara itu lintas negara, yang pemecahannya juga membutuhkan tanggapan lintas negara.

Tanpa kerja sama dan aliansi, “kita jauh lebih lemah dan kita tidak akan memecahkan masalah-masalah ini,” kata Obama.

Presiden AS Barack Obama, yang melakukan kunjungan resmi 3 hari ke Inggris, juga memperingatkan bahwa kerajaan itu bisa menghabiskan waktu 10 tahun hanya untuk menegosiasikan kesepakatan dagang dengan AS jika memilih keluar dari Uni Eropa pada referendum bulan Juni mendatang, lapor BBC Ahad (24/4/2016).

Setelah berkunjung ke Inggris Obama melanjutkan perjalanannya ke Jerman, di mana dia diharapkan dapat lebih mendorong kesepakatan dagang kontroversial Transatlantic Trade and Investment Partnership (TTIP), yang ditentang sebagian rakyat di negara-negara Eropa.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peluncuran Enam Buku Tandai Milad UIKA ke-55
Tulisan selanjutnya Menulis Diyakini Dapat Mengontrol Emosi dan Bikin Pintar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Berita
3 September 2026 10:23
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?