Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kurun 3 bulan Seorang Petugas Kebersihan Cabuli 30 Pengungsi Anak Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Mei 2016 16:15 4:15 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Mei 2016 16:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebanyak 30 pengungsi anak Suriah berusia antara 8 hingga 12 tahun telah dicabuli dalam kurun 3 bulan oleh seorang petugas kebersihan di kamp pengungsi Nizip yang terletak di Provinsi Gaziantep di selatan Turki.

Otoritas Manajemen Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD), pengelola kamp pengungsi itu, mengkonfirmasi kasus tersebut yang “dipantaunya secara seksama.” Menurut AFAD tersangka terancam hukuman 289 tahun,

Seorang petugas kebersihan berinisial E.E. Melakukan “serangan seksual” terhadap sekitar 30 anak laki-laki Suriah dengan usia tertua 12 tahun di tempat mandi, cuci, kakus (MCK) yang berada di kamp pengungsi Suriah tersebut, lapor koran BirGun hari Kamis (12/5/2016) seperti dilansir Hurriyet Daily News.

Menurut laporan itu, tersangka diduga menggiring anak-anak itu ke lokasi-lokasi yang tidak terpantau kamera pengawas dengan cara mengiming-imingi mereka uang 1,5 sampai 5 lira (1 lira Turki sekitar 4.500 rupiah).

Keluarga-keluarga korban mengetahui kebejatan E.E terhadap bocah-bocah lelaki di pengungsian itu setelah seorang anak berinisial H.I memberitahukan serangan seksual yang dilakukan pria petugas kebersihan tersebut. Ayah H.I kemudian melaporkan kasusnya ke gendarmerie (petugas keamanan dan ketertiban publik dengan kewenangan di luar yurisdiksi kepolisian, red) sehingga mendapatkan perhatian dari pihak berwenang, lapor kantor berita Dogan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hanya keluarga dari delapan korban yang mengadukan kasus kriminal itu, sementara keluarga korban lainnya tidak membuat pengaduan karena mengkhawatirkan status mereka di Turki, lapor BirGun.

Aparat militer di kamp pengungsian telah memeriksa kamera-kamera pengawas dan mendapati bahwa pelaku membawa anak-anak tersebut ke lokasi yang tidak terpantau, sehingga hal itu dapat menjadi bukti.

Tersangka berusia 29 tahun itu ditangkap setelah laporan masuk pada September 2015. Dalam dakwaan ditegaskan bahwa meskipun tidak ada bukti telah terjadi kekerasan seksual ketika pemeriksaan medis dilakukan, namun kesaksian bocah-bocah tersebut konsisten dan antara keluarga para korban dan E.E. sebelumnya tidak ada permusuhan, sehingga pelaku tidak bisa mengelak.

Pelaku yang di awal mengaku mencabuli satu orang bocah membantah pernyataan yang telah dibuatnya itu dengan alasan dirinya mendapat tekanan. Sejak 5 september 2015 E.E dimasukkan dalam sel tahanan sambil menunggu proses persidangan.

Pusat Hak-Hak Anak yang dikelola Asosiasi Pengacara Gaziantep mengatakan akan ikut memantau dengan seksama kasus tersebut. Demikian pula AFAD.

Sedangkan partai oposisi CHP mengatakan akan mengirim delegasi dari Komisi Investigasi Masalah Migrasi dan Migran untuk meninjau kasus tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tujuh Injeksi Iman
Tulisan selanjutnya Desa Bersejarah Ottoman di Bosnia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?