Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jumlah Imigran yang Tewas di Mediteranian Capai 10.000

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Juni 2016 10:47 10:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Juni 2016 10:47
Bagikan
Pengungsi Suriah yang selamat
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih dari 10.000 orang telah tewas ketika menyebrangi Mediterania menuju Eropa sejak 2014, PBB mengatakan pada Selasa.

Setelah terjadinya insiden kapal karam yang diklaim korbannya mencapai ratusan nyawa, badan pengungsi PBB mengatakan bahwa jumlah kematian di laut telah meningkat tajam, dengan catatan 2.814 orang tenggelam sejak Januari.

Insiden tersebut terjadi di saat Uni Eropa meluncurkan rencana baru untuk membendung gelombang manusia dari Afrika dan Timur Tengah dengan menggelontorkan 68 miliar dollar untuk membantu negara-negara di mana para imigran itu berasal.

Dengan beradanya Eropa di genggaman krisis pengungsi terburuk sejak Perang Dunia II, jumlah kematian yang meningkat telah memaksa tindakan cepat untuk mencegah masalah itu.

“Kami tidak dapat mentoleransi kehilangan nyawa pada skala ini, kami harus melakukan apapun untuk menghentikan itu,” kata wakil presiden Komisi Eropa Frans Timmermans dikutip middleeasteye.net, Rabu (08/06/2016).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Brussel telah mencari cara untuk mengawasi secara ketat rute Afrika – dengan memantau kapal-kapal yang meninggalkan Libya serta juga Mesir – setelah kesepakatan dengan Ankara pada Maret dalam memangkas sejumlah imigran yang mencoba untuk menyebrang ke Turki.

Proposal baru yang melibatkan dana Uni Eropa untuk mempromosikan investasi swasta hingga 60 miliar euro di  negara-negara di mana banyak imigran berasal – Ethiopia, Nigeria, Mali dan Senegal, serta Jordania dan Libanon, kata Timmermans.

Delapan miliar euro dana Uni Eropa dapat digunakan untuk mendukung kesepakatan migrasi dengan negara-negara luar, banyak dari negara itu diperdebatkan ketika puncak krisis tahun lalu.

Komisi itu juga ingin mempercepat kesepakatan pendaftaran ulang dengan negara-negara Afrika dan dengan Pakistan serta Afghanistan untuk mempermudah mengirim kembali orang-orang yang tidak mendapatkan status pengungsi.

“Akan ada konsekuensi bagi mereka yang menolak untuk bekerja sama,” Timmermans mengatakan pada Parlemen Eropa.

Komisi Eropa juga bersiap untuk mengungkapkan rencana  sistem “blue card” untuk imigran yang mempunyai keahlian agar datang ke Eropa secara resmi.

Tujuannya ialah untuk mengurangi insentif bagi orang-orang yang mencoba untuk menyelundup ke dalam benua tersebut dengan kapal-kapal rapuh dan mempertaruhkan nyawa mereka.

“Jika kita pernah ingin bersaing dengan Green Card AS, kita butuh UE Blue Card yang layak mendapatkan keuntungan yang sama,” Komisioner Migrasi Dimitris Avramopoulos mengatakan.

Jumlah ‘kematian yang mengerikan’

PBB mengatakan sekitar 3.771 orang telah tewas di laut pada 2015 dan 3.500 pada tahun-tahun sebelumnya, plus kematian tahun ini.

“Sekarang kita telah mengetahui jumlah sejak 2014 – ketika fenomena meningkatnya jumlah yang menyebrang ke Mediterania terjadi – 10.000 kematian,” kata juru bicara UNHCR Adrian Edwards.

“Ini jelas-jelas sebuah jumlah kematian mengerikan yang telah terjadi di Mediterania, dekat perbatasan Eropa, hanya dalam beberapa tahun,” Edwards mengatakan AFP.

Tidak lama setelah pengumuman PBB, penjaga pantai Libta mengatakan mereka telah mencegat 117 migran, termasuk enam wanita hamil, di sebuah kapal di perbatasan Eropa.

Lebih dari satu juta orang telah melakukan perjalanan ke Eropa pada 2015, mayoritas mereka lari dari perang di Suriah, Iraq dan Afghanistan, dan lebih jauh lagi 204.000 telah datang sejak Januari, kata UNHCR.

Imigran yang menyeberangi rute mematikan antara Turki dan Yunani telah berkurang tajam sejak kesepakatan kontroversial antara UE dan Turki yang dibentuk untuk memotong gelombang imigran Suriah yang menyeberangi Laut Aegean.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:EropaKematianmediteraniapengungsi Suriahsuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terkait Larangan Puasa, KAMMI: Indonesia Wajib Bersikap Atas Diskriminasi pada Muslim Xinjiang
Tulisan selanjutnya 4 Orang Tewas dan Lainnya Luka dalam Penembakan di Pusat Perbelanjaan di Tel Aviv

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?