Hidayatullah.com—Duta besar Iran untuk Ankara hari Jumat (29/11/2013) mengakui bahwa Teheran menikmati layanan intelijen yang akrab dengan Turki, sebuah pertanda terjalinnya hubungan erat antara kedua negara.
Pernyataan Alireza Bikdeli itu dikemukakan beberapa pekan setelah sebuah koran Amerika Serikat mengklaim –yang dibantah tegas oleh Ankara– bahwa Turki membongkar jaringan inteljen Israel-Iran di Teheran.
Kepada para wartawan di Ankara, Bikdeli mengatakan kerjasama intelijen dan keamanan Iran dengan dinas intelijen Turki MIT meningkat.
Bikdeli juga mengatakan, “tidak ada dasarnya” negara Syiah Iran memata-matai Turki, sebuah negara yang didominasi Muslim (Sunni).
Washington Post bulan Oktober melaporkan bahwa Turki pada 2012 mengungkap identitas intelijen Iran yang terdiri dari 10 orang Iran yang melakukan pertemuan dengan kaki-tangan Mossad di Turki.
Dengan marah, Turki membantah laporan media Amerika Serikat itu.
Bikdeli mengatakan, Teheran bersedia membantu Turki –salah satu negara pengritik paling keras rezim Suriah Bashar al-Assad– untuk memperbaiki hubungan dengan Damaskus, lansir AFP.*