Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

24 Etnis Muslim Rohingya Tewas dalam Operasi Gabungan di Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Oktober 2016 11:02 11:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2016 10:53
Bagikan
Aparat Myanmar
Bagikan

Hidayatullah.com—Sedikitnya 24 etnis Rohingya tewas  dan dua orang telah ditangkap dalam operasi gabungan yang mematikan di perbatasan Bangladesh.

“Senin 10 Oktober 2016 pagi sekira pukul 06.00. Sepasukan polisi keluar dari tiga truk tiba di Desa Myothugyi, 1,6 kilometer jauhnya dari Kota Maungdaw. Lalu tujuh orang ditembak mati,” kata seorang etnis Rohingya di Maungdaw, U Zaw Oo, seperti dikutip dari New York Times, Selasa (10/10/2016)

Menurut laporan koran Global New Light of Myanmar,  penduduk Kampung Myothugyi dan Yathay Taung, dihuni 1.000 penduduk Muslim.

Tekanan terhadap Muslim Rohingya ini dinilai terburuk di  sejak sengketa agama di Rakhine tahun 2012.

Rakhine telah mengalami ketegangan antara penduduk beragama Buddha dan mereka yang beragama Islam dari etnik minoritas Rohingya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Serangan kali ini tercatat yang paling buruk di Negara Bagian Rakhine sejak 2012. Ketika itu 88 orang tewas – 57 di antaranya Muslim  dalam kekerasan komunal dan membuat lebih dari 100.000 orang lainnya mengungsi.

PBB: Muslim Rohingya, Kelompok Minoritas Paling Teraniaya

Kekerasan terbaru adalah kasus sektarin terburuk yang dihadapi pemerintah yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi sejak menjabat bulan Maret.

Pada bulan September lalu, Aung San Suu Kyi Komisi Penasihat soal Rohingya yang dipimpin mantan Sekjen PBB Kofi Annan. Komisi yang dibentuk  bertujuan menemukan solusi atas konflik antara warga Buddha di Myanmar dengan minoritas Muslim Rohingya, meski banyak mendapat protes.

Sebelumnya,  pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Myanmar yang banyak dipuji sebagai tokoh pro demokrasi itu justru tak membuat perubahan bagi Muslim Rohingya. Ia justru mengharamkan penggunaan kata “Rohingya” untuk semua pejabat dan dan menggantinya dengan “masyarakat penganut Islam di Rakhine.”

Suu Kyi Bukan Pahlawan Rohingya [1]

Pemerintah Myanmar tidak mengakui kewarganegaraan Muslim Rohingya kendati telah tinggal beberapa generasi di negara itu. Masyarakat Rohingya dianggap pendatang ilegal dari Bangladesh, sehingga tidak layak dianggap warga negara.

Komisi Tinggi PBB untuk HAM Zeid Ra’ad Al Hussein pernah mengatakan masyarakat Rohingya didiskriminasi, tidak bisa mendapat pekerjaan dan butuh dokumen khusus untuk berobat ke rumah sakit, mengakibatkan meningkatnya kematian bayi akibat ibunya terlambat ditangani.

Peta Maungdaw
Peta Maungdaw

Menurut Zeid, Rohingya telah lama jadi sasaran kekerasan dan menjadi korban kejahatan terhadap kemanusiaan yang serius dan sistematis.

Diperkirakan masih ada sekitar 120 ribu Muslim Rohingya tinggal di kamp pengungsi sejak konflik di Rakhine pecah antara warga Buddha dan Muslim pada 2012. Sementara itu ribuan warga Rohingya lain kabur dari kemiskinan dan hukuman dan ditolak berbagai negara.

Human Rights Watch menyatakan keprihatinannya bahwa serangan terhadap pos polisi hanya akan akan menciptakan kekacauan baru di Myanmar barat.

“Tentara dan polisi harus memastikan disiplin pasukan penuh dalam operasinya, karena ada banyak laporan tentang pelanggaran hak asasi oleh satuan polisi terhadap penduduk Rohingya,” kata David S. Mathieson, seorang peneliti senior untuk Human Rights Watch di Myanmar, sebelumnya dikenal sebagai Birma.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kampung MyothugyiMuslim Aung San Suu KyimyanmarPengungsi RohingyaRakhineRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengunjungi Taman Surga
Tulisan selanjutnya Video Tertangkapnya Milisi Iraq Memicu Kritik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?