Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Kanada: Penembakan di Masjid Quebec Merupakan Serangan Teroris Terhadap Muslim

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Januari 2017 21:47 9:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Januari 2017 21:44
Bagikan
Seorang polisi Kanada berjaga-jaga di depan pintu Masjid Quebec Senin dini hari, usai penembakan atas jamaah masjid hari Ahad malam (29/1/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com—Enam orang tewas dan delapan lainnya luka-luka ketika seorang pria melepaskan tembakan di sebuah masjid di Quebec, Kanada, saat shalat Isya hari Ahad malam (29/1/2017) sedang digelar. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebutnya sebagai “serangan teroris terhadap Muslim.”

Polisi mengatakan dua orang tersangka telah ditangkap, tetapi tidak dijelaskan lebih lanjut perihal apa yang menyulut serangan itu, lapor Reuters.

Awalnya, ketua pengurus masjid mengatakan lima orang terbunuh dan seorang saksi mengatakan tiga orang melancarkan tembakan ke arah sekitar 40 jamaah di dalam masjid Quebec City Islamic Cultural Centre. Polisi mengatakan hanya dua orang yang terlibat dalam serangan itu.

“Enam orang dipastikan meninggal – mereka berusia antara 35 sampai 70 tahun,” kata juru bicara Kepolisian Provinsi Quebec Christine Coulombe kepada para reporter, seraya menambahkan bahwa 8 orang terluka dan 39 lainnya baik-baik saja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pimpinan masjid itu, Mohamed Yangui, yang tidak berada di dalam masjid ketika penembakan terjadi, mengatakan dirinya mendapatkan banyak telepon panik dari jamaah shalat malam hari itu.

“Kenapa ini terjadi di sini? Ini biadab,” ujarnya.

Perdana Menteri Trudeau dalam sebuah pernyataan berkata, “Kami mengecam serangan teroris atas Muslim di sebuah pusat ibadah dan perlindungan ini.”

“Muslim Kanada adalah bagian penting dari susunan bangsa kita, dan aksi tidak berperikemanusiaan ini tidak punya tempat di dalam komunitas, kota dan negara kita.”

Aksi penembakan itu terjadi setelah akhir pekan kemarin PM Trudeau mengatakan bahwa Kanada akan menyambut kedatangan pengungsi, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang menghentikan sementara program penerimaan pengungsi dan melarang masuk warga dari 7 negara mayoritas Muslim ke wilayah Amerika Serikat.

Seorang anggota legislatif federal dari kalangan liberal, Greg Fergus, lewat Twitter berkata, “Ini adalah aksi terorisme – hasil dari bertahun-tahun berceramah soal Muslim. Kata-kata itu berarti dan ujaran kebencian ada konsekuensinya!”

Menteri Utama Provinsi Quebec Philippe Couillard mengatakan keamanan akan ditingkatkan di masjid-masjid di wilayah Quebec City dan Montreal.

“Kami bersama kalian. Kalian berada di rumah,” kata Couillard menujukan ucapannya ke komunitas Muslim di provinsi itu. “Kalian disambut baik kedatangannya di rumah kalian. Kita semua warga Quebec. Kita harus terus bersama-sama membangun sebuah masyarakat yang ramah dan aman damai.”

Presiden Prancis Francois Hollande ikut mengecam serangan itu.

“Para teroris ingin menyerang semangat perdamaian dan toleransi warga Quebec,” kata Hollande dalam pernyataannya hari Senin (30/1/2017). “Prancis berdiri bahu membahu dengan korban dan keluarganya.”

Seperti halnya Prancis, Quebec juga pernah menghadapi kesulitan merekonsiliasikan identitas sekulernya dengan populasi Muslim yang terus bertambah, kebanyakan dari Afrika Utara.

“Kami tidak aman di sini,” kata Mohammed Oudghiri, yang biasanya mengikuti shalat jamaah di masjid yang terletak di daerah pemukiman kelas menengah itu, tetapi pada malam kejadian tersebut dia tidak datang ke masjid.

Oudghiri mengatakan dirinya sudah tinggal di Quebec selama 42 tahun, tetapi sekarang “sangat khawatir” dan berpikir untuk pindah kembali ke negara asalnya Maroko.

“ini adalah sebuah hari yang sangat menyedihkan bagi warga Quebec dan Kanada, menyaksikan serangan teroris terjadi di Quebec City yang aman damai,” kata Mohamed Yacoub, seorang wakil ketua pengurus masjid di pinggiran Montreal.

Insiden islamophobia meningkat tahun-tahun belakangan di Quebec. Cadar menjadai isu besar tahun 2015 dalam pemilu federal di Kanada, khususnya Quebec, di mana mayoritas penduduknya mendukung larangan cadar dipakai saat seremoni kewarganegaraan.

Zebida Bendjeddou, yang meninggalkan masjid di Quebec City itu lebih awal pada Ahad malam kemarin, mengatakan bahwa pusat kegiatan warga Muslim itu sebelumnya kerap mendapatkan ancaman.

“Bulan Juni [tahun lalu], mereka meletakkan kepala babi di depan masjid. Tetapi kami pikir ketika itu, ‘Oh, ini cuma kejadian sekali saja.’ Kami tidak menanggapinya serius. Namun malam ini, kejadian-kejadian sesekali itu, sekarang berubah cakupannya,” kata wanita itu.

Bendjeddou mengatakan dia belum mengkonfirmasi nama-nama mereka yang terbunuh, tetapi menambahkan, “Mereka adalah orang-orang yang kami kenal, tentunya. Orang-orang yang kami kenal sejak mereka masih anak-anak.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Berikan Klarifikasi Akun Twitter Palsu Atas Nama KH Ma’ruf Amin
Tulisan selanjutnya Ajak Umat Gabung Koperasi 212, Ketua GNPF-MUI: Belanja ke Warung Tetangga!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?