Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Paradise Papers, Apakah Itu?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 November 2017 06:28 6:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 November 2017 11:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Beberapa hari terakhir media diramaikan dengan laporan seputar orang-orang kaya dunia yang menyembunyikan hartanya di luar negeri. Berita itu ditulis berdasarkan bocoran dokumen yang disebut Paradise Papers.

Untuk mengetahui apakah Paradise Papers itu, berikut paparan singkatnya.

Paradise Papers adalah bocoran dokumen-dokumen finansial seputar harta-harta dan investasi yang disimpan di luar negeri. Dokumen itu memberi gambaran usaha keras yang dilakukan para jutawan dan miliarder di dunia untuk menyembunyikan harta mereka supaya terhindar dari pajak yang lebih tinggi di negaranya.

Seperti bocoran Panama Papres tahun lalu, dokumen dalam Paradise Papers didapatkan oleh koran terkemuka Jerman, Süddeutsche Zeitung, yang menggandeng International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) untuk mengawal investigasinya.

Nama Paradise Papers diambil karena wilayah, teritori, atau negara yang dipilih sebagai tempat persembunyian harta itu selama ini dikenal sebagai tujuan wisata kelas atas, di mana biasanya orang-orang kaya berlibur menikmati keindahan alam layaknya berada di surga. Ambil contoh, Bermuda, Isle of Man dan Caymand Island. Selain itu, istilah ini cocok sekali dengan isitlah tax haven dalam bahasa Prancis, paradis fiscal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Apa itu surga pajak (tax haven)? Istilah ini dipakai media untuk menyebut tempat atau negara di mana individu (baik perorangan atau perusahaan) bisa menikmati kebebasan dari membayar pajak atau mendapatkan diskon pajak sangat besar. Negara yang dikenal sebagai surga pajak antara lain Swiss, Irlandia dan Belanda. Mereka memiliki mekanisme pengurangan pajak yang sangat menggiurkan bagi orang-orang kaya. Sementara teritori seperti Bahama, Isle of Man dan Caymand Island, selain dikenal kondisi geografisnya yang indah seperti surga, di sana juga terdapat banyak perusahaan di mana uang-uang korporasi dan orang kaya dari berbagai penjuru dunia bisa diolah sedemikian rupa sehingga tidak kelihatan, dan kalaupun terlihat hanya akan menimbulkan pajak yang kecil.

Siapa saja yang diungkap dalam Paradise Papers? Sejauh ini ratusan nama pejabat, politisi, selebriti, yang akrab di telinga masyarakat sudah berhasil diidentifikasi, serta nama perusahaan dari berbagai sektor, termasuk firma hukum, lembaga keuangan, akuntan yang terlibat di dalamnya.

Dari sisi jumlah dokumen yang dibocorkan, Panama Papers jauh lebih besar, tetapi Paradise Papers lebih mengundang perhatian. Pasalnya, nama-nama yang terlibat di dalam Panama Papers –atau bocoran dokumen sejenis lain seperti Offshore Leaks, Bahama Leaks, Luxembourg Leaks, Swiss Leaks, dan Cablegate ala Wikileaks– tidak sepopuler nama yang diungkap Paradise Papers. Tidak hanya itu, kasus-kasus yang terungkap kali ini cukup mengejutkan. Satu contoh, siapa sangka harta jutaan pound milik Ratu Inggris Elizabeth II disembunyikan di luar negeri demi menghindari pajak, dan perusahaan yang terlibat mengeksploitasi rakyat miskin di negaranya sendiri.

Dari mana Paradise Papers berasal? Ada lebih dari 1.400GB data, berisi sekitar 13,4 juta dokumen dalam Paradise Papers. Sekitar 6,8 juta di antaranya berasal dari penyedia layanan hukum di luar negeri Appleby, dan penyedia layanan korporat Estera. Keduanya beroperasi bersama-sama di bawah nama Appleby sampai Estera menjadi independen di tahun 2016. Sebanyak 6 juta dokumen lain berasal dari register-register korporat di sekitar 19 yuridiksi, kebanyakan di kawasan Karibia. Sebagian kecil berasal dari international trust dan penyedia layanan korporat berbasis di Singapura, Asiaciti Trust. Dokumen yang dibocorkan itu berasal dari tahun 1950 sampai 2016, tujuh dekade.

Siapa atau apa itu Appleby? Ini adalah sebuah firma hukum yang membantu perusahaan-perusahaan, lembaga finansial dan orang-orang super kaya mendirikan dan mendaftarkan perusahaannya di luar negeri.

Didirikan di Bermuda, sejarah perusahaan itu dapat dilacak sampai tahun 1890-an. Appleby menjadi salah satu yang terbesar dan paling dikenal di antara sekitar 10 perusahaan raksasa yang menggeluti bidang khusus itu. Register korporat Appleby menunjukkan kliennya didominasi orang atau perusahaan yang beralamat di Amerika Serikat, yaitu lebih dari 31.000 klien. Ada sekitar 14.000 klien Appleby menggunakan alamat Inggris dan 12.000 beralamat di Bermuda.

Siapa yang membocorkan Paradise Papers? Seperti halnya Panama Papers, koran Jerman Süddeutsche Zeitung yang mendapatkan materi aslinya dan menjadikannya batu pijakan untuk melakukakn investigasi lebih lanjut. Pada kasus Panama Papers, orang asli yang membocorkan dokumen tersebut –sebut saja John Doe– mengeluarkan manifesto satu bulan setelah dokumen itu dipublikasikan ke pembaca media. Kali ini, dalam masalah Paradise Papers, Süddeutsche Zeitung memilih untuk tidak menyebutkan siapa sumber dokumen tersebut.

Sama halnya dengan Panama Papers, awak-awak media dari seluruh dunia yang tergabung dalam International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) diajak untuk menggarap Paradise Papers. Program unggulan BBC, Panorama, dan sejawatnya di Inggris, Guardian, serta New York Times di Amerika Serikat termasuk di antara hampir seratus media di 67 negara yang mengungkapkan masalah ini ke publik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banser Tolak Felix, Mahfud MD: Pengajian Tak Boleh Dibubarkan Ormas
Tulisan selanjutnya Wapres JK: Dulu Kita Dicambuk itu Biasa, Sekarang Aturannya Beda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?