Hidayatullah.com—Aksi protes menentang keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem (Baitul Maqdis) sebagai Ibu Kota Zionis Israel digelar di setidaknya 30 kota di Jalur Gaza dan Tepi Barat, hari Jumat (08/12/2017).
Aparat keamanan Israel menggunakan gas air mata dan peluru tajam untuk membubarkan massa di Ramallah, Bethlehem, Hebron, dan di sepanjang perbatasan dengan Gaza.
Di kota-kota Tepi Barat Palestina, termasuk Hebron dan Al-Bireh, ribuan pengunjuk rasa menggaungkan kata-kata “Baitul Maqdis adalah Ibu Kota Negara Palestina”. Beberapa warga Palestina melemparkan batu-batu ke arah tentara Israel.
Setidaknya 31 orang terluka karena tembakan tentara Israel dalam unjuk rasa pada Kamis oleh warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki Israel.

Di Jalur Gaza, puluhan penentang berkumpul di pagar perbatasan dengan Israel dan melempari tentara di seberang mereka dengan batu.
Lebih dari 200 warga Palestina mengalami luka-luka ringan; satu orang dilaporkan tewas ditembak.
Unjuk rasa berlangsung hari Jumat di berbagai penjuru Timur Tengah dan di negara-negara yang mayoritas warganya Muslim. Termasuk di Istanbul (Turki), Tunis (Tunisia), Amman (Yordania), Jakarta dan Solo, Jawa Tengah.

Ribuan orang berpawai hari Jumat di Kuala Lumpur, Malaysia, di depan Kedutaan Amerika. Sebagian demonstran membawa poster bertulisan “Jangan Ganggu Baitul Maqdis” dan “Menyingkirlah Presiden Trump.”
Demonstran Jordania membakar bendera Amerika Serikat (AS) dan gambar Presiden Donald Trump dalam protes yang digelar pada Kamis (07/12/2017) di dekat kedutaan AS di Amman untuk mengecam pengakuan terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
Ratusan orang turun ke jalan dalam unjuk rasa yang digelar di kawasan Abdoun di Amman barat sembari meneriakkan slogan penentangan terhadap Trump dan Israel selain juga mengibarkan bendera Jordania dan Palestina.
Baca: Keputusan Trump Pancing Kemarahan Dunia, Hamas Serukan Intifada
Di Indonesia, negara berpenduduk Muslim paling banyak di dunia, ratusan demonstran berkumpul di luar Kedutaan Amerika di Jakarta.
Ratusan warga NU melakukan aksi massa di halaman Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 1-20, Jakarta, Jumat (08/12/2017). Mereka mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal Baitul Maqdis.
Kelompok-kelompok di Palestina menyerukan apa yang disebut sebagai ‘Hari Kemarahan’, Sementara itu kelompok Gerakan Perlawanan Islam di Jalur Gaza (Hamas) menyerukan gerakan intifada melawan Zionis-Israel.
Pengumuman Trump itu bertentangan dengan diplomasi puluhan tahun dalam upaya menciptakan perdamaian di Israel. Baitul Maqdis adalah salah satu batu sandungan terbesar dalam upaya itu dan diyakini secara luas bahwa solusi masalah itu akan dicapai dalam perundingan proses perdamaian.*