Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Trump Teken Surat Perintah Penjara Guantanamo Tetap Dibuka

Ama Farah
Terakhir diupdate: 31 Januari 2018 22:30 10:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Januari 2018 22:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani surat perintah untuk tetap membuka fasilitas penjara militer di Guantanamo Bay.

Trump mengumumkan keputusan itu saat berpidato di pembukaan rapat tahunan Kongres AS.

Kebijakan Trump tersebut berarti membatalkan keputusan presiden sebelumnya, Barack Obama, yang menginginkan agar penjara yang dikelola badan intelijen CIA itu “sebisa mungkin segera” ditutup.

Penjara yang terletak di Kuba itu digunakan sejak serangan 9/11, untuk menampung orang-orang dari berbagai negara yang disebut sebagai “musuh Amerika”. Semasa pemerintahan Obama, ratusan orang dijebloskan ke penjara itu tanpa proses pengadilan. Sekarang tinggal 41 tahanan yang masih dikurung di sana.

Dilansir BBC, sebuah pernyataan Gedung Putih mengkonfirmasi surat perintah itu, dan menegaskan bahwa pemerintah AS berhak menahan kombatan musuh kapanpun diperlukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Teroris bukan sekedar kriminal. Mereka adalah kombatan musuh pelanggar hukum. Ketika mereka berhasil ditangkap di luar negeri, mereka harus diperlakukan layaknya teroris,” kata Trump dalam pidatonya hari Selasa (30/1/2018).

“Dulu kita melakukan kesalahan, dengan bodohnya kita melepaskan ratusan teroris berbahaya hanya untuk bertemu mereka lagi di medan tempur,” imbuh Trump, mencontohkan pemimpin ISIS alias Daesh Abu Bakr Al-Baghdadi, yang pernah ditahan pasukan AS di Iraq.

Sejumlah tahanan pertama kali dijebloskan ke penjara Gumoantanamo pada Januari 2002. Sejak itu lebih dari 700 orang ditahan di sana, mayoritas tanpa dakwaan atau tanpa menjalani proses pengadilan sama sekali.

Sejak dibuka, penjara Guantanamo mengundang kontroversi. Kelompok-kelompok peduli HAM menyuarakan protes, menggugat kondisi tahanan yang memprihatinkan, serta perlakuan tidak manusiawi yang diterima tahanan, termasuk beragam bentuk penyiksaan fisik maupun mental.

Tahun 2009, pemerintahan Obama menandatangani keputusan penutupan penjara Guantanamo dalam kurun waktu setahun. Namun, upayanya itu terkendala tindakan parlemen yang kerap membatasi upaya pemindahan tahanan ke negara asal atau negara ketiga.

Bertolak belakang dengan Obama, sejak lama Trump justru menyuarakan agar penjara itu tetap dibuka. Dalam kampanye pilpres November 2016, dia secara terbuka mengatakan ingin memenuhi penjara Guantanamo dengan “bad dudes” (orang-orang jahat).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dipaksa Sterilisasi, Wanita Jepang Gugat Pemerintah Jepang
Tulisan selanjutnya Menjelang Vonis Kasus Pornografi Anak, Aktor Mark Salling Bunuh Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?