Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Museum Peringatan Holocaust Cabut Penghargaan pada Aung San Suu Kyi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Maret 2018 07:40 7:40 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Maret 2018 07:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Museum Peringatan Holocaust Amerika Serikat mengatakan pada Rabu telah mengumumkan pencabutan penghargaan hak asasi manusia (HAM) bergengsinya yang diberikan pada pemimpin de facto Aung San Suu Kyi, menuduhnya tidak berbuat banyak untuk menghentikan pembersihan etnis Muslim Rohingya, lapor Daily Sabah.

Suu Kyi, yang menerima penghargaan Nobel Perdamaian pada 1991 untuk kampanye panjangnya melawan kediktatoran militer Myanmar, mendapat Penghargaan Elie Wiesel dari Museum Holocaust enam tahun lalu “untuk kepemimpinannya yang berani dan pengorbanan pribadinya yang besar dalam melawan tirani dan memajukan kebebasan dan martabat rakyat Burma,” tulis Daily Sabah,  Kamis 9 Maret 2018.

Tetapi Museum mengatakan membatalkan penghargaan itu karena kelambatan Suu Kyi dalam “menutup bukti-bukti genosida” yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap penduduk sipil dari minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine.

“Ketika serangan-serangan militer terhadap Rohingya terbongkar pada 2016 dan 2017, kami telah berharap anda –- sebagai seseorang yang kami dan banyak orang lainnya puji atas komitmen anda terhadap martabat dan hak asasi manusia universal – akan melakukan sesuatu untuk mengecam dan menghentikan tindakan brutal militer dan mengekspresiken solidaritas dengan populasi Rohingya,” museum mengatakan dalam sebuah surat untuk Suu Kyi.

Namun sebaliknya, partai politiknya, Liga Nasional untuk Demokrasi, telah menolak bekerja sama dengan penyelidik PBB dan menambahkan retorika anti-Rohingya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca: Aung San Suu Kyi Dinobatkan Penerima Penghargaan Islamofobia

Partai itu juga menghalangi para jurnalis yang berupaya melaporkan pembunuhan massal dan pengusiran etnis Rohingya ke Bangladesh.

“Orkestrasi kejahatan militer terhadap Rohingya dan beratnya kekejaman pada bulan-bulan ini menuntut Anda menggunakan wewenang moral anda untuk mengatasi situasi ini,” kata mereka.

Pada November sebuah laporan gabungan Museum dan organisasi HAM Fortify Rights berbasis di Asia Tenggara – berdasarkan kesaksian yang mereka kumpulkan di lapangan – mencatat “serangan sistematik dan menyebar luas” terhadap penduduk sipil Rohingya.

Penghargaan itu dinamai Elie Wiesel, seorang korban hidup genosida Nazi terhadap Yahudi yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya mengkampanyekan hak asasi manusia, dia mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian pada 1986.

Suu Kyi, simbol demokrasi negara itu selama berdekade, telah mendapat banyak kritik karena penolakannya membela Rohingya.

Sekitar 700.000 Rohingya telah mengungsi ke perbatasan dengan Bangladesh sejak Agustus, dengan kesaksian mengerikan terkait terjadinya pembunuhnya, pemerkosaan dan pembakaran oleh tentara dan ekstrimis Buddha.

Pada Januari diplomat AS Bill Richardson mengundurkan diri dari panel yang ditunjuk oleh Suu Kyi untuk mengurangi ketegangan dengan Rohingya, menuduhnya “tidak memiliki kepemimpinan moral.”

Baca: Status Kehormatan Freedom of Oxford Aung San Suu Kyi Dilucuti

Berbagai organisasi telah menarik penghargaan mereka yang pernah disematkan pada ikon hak asasi manusia itu, tetapi Myanmar jarang menanggapi langkah itu.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting juru bicara pemerintah pada Rabu, kedutaan Myanmar di Washington mengatakan mereka menyesalkan pihak Museum yang telah “disesatkan dan dieksploitasi oleh orang-orang yang gagal melihat situasi sebenarnya” di Rakhine.

Juru bicara itu melanjutkan bahwa keputusan tersebut tidak akan berdampak terhadap dukungan lokal pada Suu Kyi tetapi hal itu “akan melipatgandakan upayanya dalam menemukan solusi awet” atas krisis Myanmar.

Di Jenewa pada Rabu, kepala HAM PBB Zeid Ra’ad Al Hussein meminta dibentuknya badan baru yang bertugas menyiapkan dakwaan pidana atas kekejaman Myanmar.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu Kyietnis RohingyaHak Asasi ManusiaHAMHolocaustmuslim Rohingyapembersihan etnisPeringatan HolocaustRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perusahaan Minyak Sudan Selatan Dipakai Mendanai Milisi
Tulisan selanjutnya Manila: Dunia Butuh Lebih Banyak Duterte

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?