Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perusahaan Minyak Sudan Selatan Dipakai Mendanai Milisi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 Maret 2018 00:04 12:04 am
Ama Farah
Dipublikasikan 12 Maret 2018 07:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perusahaan minyak milik negara Sudan Selatan telah dikuasai oleh orang-orang “elit predator” dan pendapatan minyak negara itu digunakan untuk membiayai perang sipil yang sedang berkecamuk, kata dua laporan terpisah yang dibuat oleh kelompok-kelompok antikorupsi.

Organisasi nonpemerintah Global Witness dan The Sentry mengatakan jutaan dolar dari Nile Petroleum Corporation (Nilepet) digunakan untuk mendanai militer dan kelompok bersenjata yang loyal kepada pemerintah, menjadikan perusahaan milik pemerintah itu terlibat dalam konflik berdarah di Sudan Selatan, lapor RFI Selasa (6/3/2018).

Kedua NGO itu mengkaji ribuan dokumen, sebagian merupakan domain publik dan sebagian dokumen bocoran, dan mereka mencapai kesimpulan tentang bagaimana pendapatan negara dari minyak dibelanjakan.

Menurut The Sentry, lebih dari 70 juta euro telah dibayarkan kepada para politisi, pejabat militer dan dinas-dinas keamanan Sudan Selatan.

NGO itu juga mengklaim memiliki bukti bahwa Nilepet menggunakan dananya untuk mendukung milisi Dinka yang dikenal sebagai White Army, kelompok yang menyebabkan bencana kemanusiaan di Sudan Selatan termasuk serangan tahun 2016 atas kantor PBB di Malakal di mana puluhan warga sipil tewas.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
  • Di Sudan Selatan Anak -anak Dipaksa Melihat Ibunya Diperkosa dan Dibunuh

Nilepet membantah uangnya dipergunakan mendanai milisi.

“Orang-orang penting di pemerintahan dan aparatur keamanan secara efektif telah mengambil alih kendali atas perusahaan dan menjalankannya sesuai kepentingan mereka,” kata Michael Gibb, pemimpin kampanye Global Witness

“Banyak dari pembayaran itu, khususnya kepada milisi-milisi etnis dan pasukan keamanan yang terlibat pelanggaran HAM serius, menerima pendanaan mereka yang disalurkan lewat Nilepet,” kata Gibb.

Meskipun seluruh sahamnya dimiliki pemerintah, Nilepet dijalankan layaknya perusahaan swasta, sehingga memungkinkannya dipergunakan untuk maksud-maksud tertentu dari pemerintah.

Sudan Selatan diketahui memiliki cadangan minyak terbesar ketiga di Afrika, sekitar 3,5 miliar barel.

“Ada sejarah di kalangan negara-negara yang bergantung pada minyak, yang namanya kutukan minyak,” kata Ewan Lawson, seorang peneliti senior tentang pengaruh militer di Royal United Services Institute.

“Tidak mengejutkan. Hal paling mengecewakan adalah kebanyakan dari kita melihat Sudan Selatan memiliki kesempatan untuk memulai sebuah negar baru dari awal. Namun, sebagaimana terlihat jelas sejak dini bahwa pendapatan minyak tidak diepergunakan sebagaimana mestinya untuk kepentingan negara,” imbuh Lawson.

Kedua laporan yang dibuat dua NGO itu membeberkan bukti aliran uang yang menghubungkan Nilepet dengan perusahaan-perusahaan lebih kecil yang dikendalikakn oleh teman dan keluarga dari elit-elit politik Sudan Selatan.

The Sentry menyeru agar masyarakat internasional menarget jaringan yang berada di balik kekerasan di Sudan Selatan dengan sanksi.

Menurut kedua NGO itu pihak perbankan dan perusahaan finansial ikut berperan. Semua transaksi dalam dolar, misalnya, dialirkan lewat New York. Mereka menyeru agar pihak regulator mencermati dari mana uang itu datang dan ke mana perginya.

Mereka juga menyarankan agar negara-negara tetangga Sudan Selatan ikut ditekan.

Global Witness meminta perusahaan-perusahaan yang bekerja di sektor perminyakan di Sudan Selatan memastikan operasional mereka sejalan dengan standar internasional, transparansi dan keterbukaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus-kasus Hoax yang Dilaporkan Fadli Zon Diakui Tak Ada Kejelasan
Tulisan selanjutnya Museum Peringatan Holocaust Cabut Penghargaan pada Aung San Suu Kyi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?