Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Beijing Buat Undang-Undang Untuk “Chinaisasi” Ajaran Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Januari 2019 09:41 9:41 am
Ahmad
Dipublikasikan 7 Januari 2019 21:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Otoritas Komunis China telah meloloskan undang-undang baru untuk melakukan “chinaisasi Islam” dalam waktu lima tahun, tindakan terbaru Beijing dalam upaya menulis ulang bagaimana agama dipraktikkan, lapor Aljazeera.

Dikutip, Global Times, hari Sabtu, setelah bertemu delapan delegasi dari asosiasi yang mewakili komunitas Muslim, pemerintah komunis sepakat untuk ‘membimbing Islam agar sesuai dengan sosialisme dan menerapkan langkah-langkah untuk mendikteisasi agama.’

Namun surat kabar berbahasa Inggris itu tidak memberi rincian lebih lanjut mengenai nama asosiasi yang diduga ikut setuju dengan keputusan ‘chinaisasi ajaran Islam’ tersebut.

China telah memulai kampanye “Sinifikasi” (cara akulturasi / asimilasi terhadap masyarakat non-Tionghoa di China). yang agresif dalam beberapa tahun terakhir dengan kelompok-kelompok agama yang sebagian besar ditoleransi di masa lalu melihat kebebasan mereka menyusut di bawah Presiden China Xi Jinping, pemimpin China paling kuat sejak Mao Zedong.

Baca: Pergolakan Muslim Uighur di Xinjiang dan Kebijakan Pemerintah China

Mempraktikkan ajaran Islam telah dilarang di beberapa wilayah di China, dimana orang-orang ditangkap saat shalat, puasa, menumbuhkan jenggot atau mengenakan jilbab, jilbab yang dikenakan oleh banyak wanita Muslim yang merasa itu adalah bagian dari agama mereka, menghadapi ancaman penangkapan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut PBB, lebih dari satu juta Muslim Uighur diperkirakan ditahan di kamp-kamp interniran (Kamp Pendudukan Ulang) di mana mereka dipaksa untuk mencela agama dan berjanji setia kepada ateis dan Partai Komunis yang berkuasa.

Kelompok-kelompok HAM menuduh China terlibat dalam kampanye pembersihan etnis. Pada Agustus, editorial Washington Post mengatakan dunia “tidak bisa mengabaikan” kampanye melawan Muslim.

Bulan sabit dan kubah Islam telah dilucuti dari banyak masjid, dan menurut kantor berita Associated Press, sekolah-sekolah agama dan kelas-kelas Bahasa Arab telah dilarang dan anak-anak dilarang berpartisipasi dalam kegiatan Muslim.

China telah menolak kritik tersebut, dengan mengatakan itu melindungi agama dan budaya minoritasnya.

Namun, dalam sepekan terakhir saja, pihak berwenang di provinsi Yunnan China, yang berbatasan dengan Myanmar, telah menutup tiga masjid yang didirikan oleh minoritas etnis Muslim Hui yang terpinggirkan, South China Morning Post melaporkan.

Baca: Komunis China Tutup 3 Masjid Milik Etnis Muslim Hui

Ini karena praktik Islam sangat dilarang di beberapa bagian China setelah beberapa orang ditangkap karena melakukan shalat, puasa, menyimpan jenggot atau mengenakan jilbab.

Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diperkirakan lebih dari satu juta Muslim Uighur telah dipaksa untuk murtad dan menyatakan kesetiaan kepada Partai Komunis yang memerintah ateis (tanpa kepercayaan pada Tuhan).

Untuk kelompok-kelompok hak asasi manusia, mereka mengatakan pemerintah China sedang melakukan kampanye pembersihan etnis.

Namun pada Agustus 2018, surat kabar Washington Post melaporkan bahwa dunia tidak boleh mengabaikan kampanye melawan Muslim.

Yang memperburuk situasi, Associated Press melaporkan segala kegiatan pendidikan termasuk pelajaran agama, kelas-kelas bahasa Arab sangat dilarang.

Pekan lalu saja, pihak berwenang di Yunnan di perbatasan Myanmar telah menutup tiga masjid yang dikembangkan untuk etnis minoritas Muslim Hui seperti dilansir South China Morning Post.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:'Chinaisasi ajaran Islam'BeijingchinaChinaisasiIslam di Chinapartai komunis chinapenindasan uighurPresiden ChinauighurXi Jinping
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KPU Bocorkan Pertanyaan Debat Pilpres, Dikritik “Masa Kalah dari Cerdas Cermat”
Tulisan selanjutnya Sertifikasi Halal Tetap di MUI Sampai Regulasi dan Sistem Layanan Siap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?