Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Komunis China Tutup 3 Masjid Milik Etnis Muslim Hui

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Januari 2019 09:14 9:14 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 Januari 2019 09:14
Bagikan
Sejak Ketua Partai Komunis Xinjiang Chen Quanguo ditunjuk bulan Agustus 2017, serangkaian kebijakan keras dimulai dengan menargetkan Muslim Uighur di Turkestan Timur (disebut wilayah otonomi Xinjiang -, China
Bagikan

Hidayatullah.com–Otoritas China telah menutup tiga masjid di Kota Weishan, provinsi Yunnan kata media. Masjid-masjid milik Muslim Hui ditutup karena adanya “pendidikan agama yang ilegal,” lapor South China Morning Post, sebuah media yang berbasis di Hong Kong.

Sebuah video yang didistribusikan harian lewat situs webnya dikutip Anadolu menunjukkan lusinan petugas polisi berseragam yang berhadapan dengan jamaah Muslim Hui, yang berusaha mencegah penutupan masjid.

Tidak diketahui apakah pasukan keamanan menahan mereka.

Video itu juga menunjukkan bahwa pintu masjid dirantai dan disegel.

Tidak ada rincian tentang nama masjid yang ditutup tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baca:  Mengenal Para Ulama di Bumi Uighur 

Menurut People’s Daily China, lewat pernyataan resmi pemerintah komunis daerah Weishan mengatakan polisi berkoordinasi dengan Komite Urusan Etnis dan Agama Kabupaten Weishan melakukan razia ke desa-desa Huihuideng, Sanjia dan Mamichang untuk “melindungi stabilitas dan harmoni di kawasan agama.”

Diperkirakan 700.000 Muslim Hui China tinggal di provinsi Yunnan.

Kelompok Muslim di China terdiri dari 10 dari sekitar 56 etnis minoritas. Kehidupan mereka sering mendapat diskriminasi.

Kelompok tersebut adalah Hui, Uighur, Kirgistan, Kazakh, Tajik, Tatar, Uzbek, Salars, Bao’ans, dan Dongshiangs .

Baca:  Kemana Keadilan bagi Muslim Uighur di China?

Mayoritas dari mereka tinggal di China bagian utara dan barat laut.

Sejak April 2017, otoritas komunis Tiongkok telah menahan setidaknya 800.000 — dan mungkin lebih dari dua juta — warga Uighur dan anggota minoritas Muslim lainnya di kamp selama periode waktu yang tidak terbatas, menurut penilaian pemerintah A.S.

Kepada RFA, Adrian Zenz,  dosen dalam metode penelitian sosial di Sekolah Kebudayaan dan Teologi Eropa yang berbasis di Jerman, mengatakan bahwa diperkirakan 10 hingga 11 persen populasi Muslim dewasa di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang (XUAR) telah ditahan.

Sementara Beijing awalnya membantah keberadaan kamp pendidikan ulang(re-education), para pejabat sejak itu mengklaim bahwa fasilitas tersebut adalah alat yang efektif untuk melindungi negara dari “terorisme” dan menyediakan “pelatihan kejuruan” untuk etnis Muslim Uighur.

Baca:  PBB Khawatirkan Penahanan Satu Juta Muslim Uighur di China

Namun, laporan yang diterima RFA dan organisasi media lainnya, telah menunjukkan bahwa mereka yang berada di kamp-kamp kosentrasi atau kerap disebut ‘kamp cuci otak’ dan ditahan tanpa proses hukum.

Narapidana di kamp ini menjadi sasaran indoktrinasi politik, secara rutin menghadapi perlakuan kasar di tangan pengawas mereka, dan menanggung diet yang buruk serta kondisi yang tidak higienis di fasilitas yang sering penuh sesak.

Bulan lalu, lusinan akademisi mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan keprihatinan atas penahanan massal etnis Uighur di Tiongkok dan minoritas Turki lainnya di XUAR dan meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan terhadap “pelanggaran HAM massal dan serangan yang disengaja terhadap budaya asli” di wilayah.

Para ulama meminta China untuk menutup sistem kamp pendidikan ulang, mendesak negara dan lembaga untuk menjatuhkan sanksi ekonomi pada otoritas China dan perusahaan teknologi yang mendapat manfaat dari sistem, dan menuntut agar pemerintah memberikan suaka kepada Uighur dan minoritas Turki lainnya yang berisiko. di wilayah tersebut dan menolak untuk mendeportasi mereka ke China.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaDaerah Otonomi Xinjiang UighurkomunisMuslim Uighurpenindasan uighurRRCTiongkokuighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hindari “Tsunami” di Pantai, Kena Longsor di Pegunungan
Tulisan selanjutnya Bahaya Mengintai karena Membagikan Boarding Pass ke Medsos

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?