Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rezim Al-Sisi Lakukan Lebih 1.000 Pelanggaran HAM di Mesir

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Juli 2019 20:49 8:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Juli 2019 21:00
Bagikan
Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi (tengah), Menteri Pertahanan Sedki Sobhi (kiri) dan Kepala Staf Mahmoud Hegazy (kanan) mendengarkan lagu kebangsaan Mesir
Bagikan

Hidayatullah.com—Rezim Al-Sisi telah melakukan setidaknya lebih dari 1.000 pelanggaran hak asasi manusia (HAM), demikian menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh organisasi non-pemerintah (LSM), El-Nadeem berbasis di Kairo.

Menurut El-Nadeem, pelanggaran itu meliputi; 283 kasus penyiksaan individu, 30 kematian dalam tahanan dan 111 orang yang telah mengalami kelalaian medis telah terjadi di negara itu, kata laporan itu, sebagaimana dikutip Middle East Monitor (MEMO).

Laporan LSM itu juga mengungkapkan bahwa ada 492 orang telah hilang di negara itu sejak awal tahun ini.

17 Juni lalu, kematian sangat mengejutkan terjadi saat presiden pertama yang terpilih secara demokratis dan satu-satunya di Mesir, Mohammad Mursi, meninggal di ruang sidang, menunjukkan kondisi mengerikan yang dihadapi tahanan politik di negara itu.

Menurut organisasi HAM Arab, lebih dari 700 tahanan Mesir telah meninggal akibat kelalaian medis sejak 2011.
Anak-anak dari anggota gerakan Ikhwanul Muslimin yang paling ditakuti para penguasa otoriter Mesir telah ditahan di penjara yang sama dengan Mursi mengatakan, mereka takut akan kesehatan para orang tua mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Daily Sabah melaporkan, dua minggu setelah kematian Mursi, mantan calon presiden Abdul Moneim Aboul Fotouh menuduh pemerintah Mesir “membunuh” ayahnya, yang menderita diabetes, hipertensi, jantung, dan masalah pernapasan.

Pada 2013, Menteri Pertahanan saat itu Jenderal Abdul-Fattah al-Sisi memimpin kudeta militer berdarah, menggulingkan presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis, Mohamad Mursi.

Sejak itu, tindakan keras keras dilakukan terhadap oposisi, tidak hanya dari gerakan Ikhwanul Muslimin, tetapi siapa pun yang menentang al-Sisi.

Referendum konstitusi terbaru bulan lalu membuka jalan bagi al-Sisi untuk tetap berkuasa hingga 2030.

Meskipun ada usaha melakukan perbaikan ekonomi, pelanggaran hak asasi manusia (HAM) telah mengkhawatirkan banyak pihak. Kelompok hak asasi manusia dan LSM mengatakan kondisi di pusat-pusat penahanan, termasuk pasokan medis dan gizi, sangat tidak mencukupi.

Baru-baru ini, sebuah artikel oleh Maged Mandour yang diterbitkan oleh Sada, sebuah platform online di bawah Carnegie International, mengatakan bahwa pasukan keamanan Mesir dengan sengaja mencabut tahanan makanan sehingga mereka akan mati kelaparan.

“Pada 2015, misalnya, Pusat Nadeem mendokumentasikan 81 kasus kematian di pusat-pusat penahanan karena kelalaian medis – terpisah dari 137 yang mereka daftarkan langsung dibunuh di dalam pusat-pusat penahanan. Jumlah ini tetap konsisten pada 2016, pada 80 kasus.

Sebelum bahwa, ada 170 kasus kematian yang terdokumentasi karena kelalaian medis mulai dari Juli 2013 hingga Mei 2015. Tren ini terus berlanjut, dengan tujuh tahanan meninggal karena kelalaian medis pada Januari 2019 saja,” tulis artikel itu.

Tahun 2016, Badan HAM yang diakui pemerintah Mesir menerima laporan penyiksaan dan penghilangan paksa.
Kepala Dewan HAM Nasional Mohammed Fayek mengatakan organisasinya menerima keluhan tentang kondisi buruk dalam penjara. Ia mengatakan, organisasinya secara resmi mencatat tiga kasus di mana pihak berwenang menyiksa tahanan sampai mati.

Pihak keamanan Mesir melancarkan tindakan keras yang luas terhadap pembangkang setelah militer menggulingkan Presiden Mesir Mohammad Mursi tahun 2013. Ribuan orang, terutama pendukung Mursi, dan juga sejumlah aktivis sekuler terkenal, dipenjarakan.

Saat kasus kudeta berdarah, Nadeem Center, telah menyediakan konseling bagi para korban penyiksaan, mendokumentasi sekitar 600 kasus penyiksaan oleh polisi tahun 2015. Dikatakan, 500 orang tewas oleh pasukan keamanan tahun itu, termasuk 100 yang meninggal dalam tahanan resmi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Fattah al-SisiEl-NadeemIkhwanul MusliminMesirMohammad MursiPelanggaran HAM
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis ‘Israel’ Menembak Dua Wartawan Palestina
Tulisan selanjutnya China Bela Kebijakan Kekerasan di Xinjiang dalam ‘Buku Putih’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?