Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberitaan Terorisme oleh Media di Inggris Tidak Proporsional terhadap Muslim

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 27 Agustus 2020 13:16 1:16 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 27 Agustus 2020 13:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Lebih dari separuh berita Inggris selama lima tahun terakhir, yang menyebutkan terorisme, teroris, atau teror, juga selalu merujuk pada Muslim atau Islam, menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Rabu (26/08/2020).

Itu hampir sembilan kali lebih banyak dibandingkan jika pelaku diidentifikasi sebagai “sayap kanan”, “neo-Nazi” atau “supremasi kulit putih”, analisis oleh Pusat Pemantauan Media Dewan Muslim Inggris mengatakan.

Rizwana Hamid, direktur dewan, mengatakan ada “fokus yang tidak proporsional” terhadap Muslim dan bahwa tajuk berita yang menggunakan istilah seperti “Allahu Akbar” menyiratkan bahwa “agama selalu menjadi motivator”, Middle East Eye melaporkan.

“Sementara sekarang tampaknya ada pengakuan akan pentingnya konsistensi dan skala ancaman sayap kanan di antara para penyiar, dan sebagian besar pers, jalan masih panjang,” lanjut Hamid.

Inkonsistensi tetap ada, dengan fokus yang tidak proporsional pada Muslim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Yang terburuk dari semuanya, tajuk berita yang menggunakan istilah-istilah agama seperti ‘Allahu Akbar’ untuk menyiratkan bahwa agama selalu menjadi motivator, mengabaikan faktor-faktor lain seperti sejarah kriminal dan masalah kesehatan mental yang mungkin berperan -yang sering disebutkan ketika pelakunya bukanlah seorang Muslim.”

Pelabelan ‘Teroris’ Sayap Kanan

Laporan berjudul “How the British Media Reports Terrorism”, didasarkan pada analisis lebih dari selusin serangan teroris antara 2015 dan 2020 di Amerika, Inggris dan Eropa serta serangan Christchurch di Selandia Baru.

Dewan Muslim menganalisis lebih dari 230.000 artikel yang diterbitkan di 31 situs berita, majalah, dan berita utama Inggris. Hal tersebut dilihat dari inkonsistensi dalam pemberitaan serangan teroris tergantung dari latar belakang pelakunya.

Laporan itu mengatakan liputan media tentang terorisme “secara konsisten tidak konsisten”.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa antara Oktober dan Desember 2018, setidaknya satu dari empat artikel online menyebutkan Muslim atau Islam dalam topik terorisme atau ekstremisme.

Perbandingan statistik serangan teror dalam 18 bulan terakhir juga menunjukkan “keengganan” untuk menyebut serangan oleh supremasi kulit putih sebagai “serangan teroris” dibandingkan dengan “bila terduga pelaku adalah Muslim”, terutama oleh outlet media yang berhaluan kanan.

Penulis analisis mencatat ada peningkatan sejak serangan Christchurch pada Maret tahun lalu, di mana penembak Brenton Tarrant menewaskan 51 jemaah Muslim.

Dikatakan “peningkatan signifikan” telah dibuat pada tahun lalu, dengan istilah “teror”, “terorisme” dan “teroris” yang disertai oleh Islam dan Muslim hanya dua kali lebih sering daripada” “sayap kanan”, “neo-Nazi” atau “suprmasi kulit putih” pada 2019.

Laporan tersebut menetapkan sejumlah rekomendasi termasuk agar media Inggris mengadopsi definisi terorisme yang konsisten, “transparan dan bersifat publik”, menghindari penggunaan headline dengan istilah “Allahu Akbar” yang digunakan untuk mengidentifikasikan motif, dan menghindari menyediakan panggung bagi suara sayap kanan dan supremasi kulit putih kecuali dalam ruang di mana ia dapat ditempatkan secara kontekstual dan tak bebas kritik.

“Dalam interaksi kami dengan direktur editorial, editor pengelola, koresponden keamanan, dan produser senior, secara umum ada kemauan untuk berefleksi, dan kami berharap rekomendasi kami membantu meningkatkan standar bagi kita semua,” tambah Hamid.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamophobiaMedia BaratMedia Barat terhadap IslamMuslim EropaStigmatisasi Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penerbangan Komersial Pertama ‘Israel’-UEA Dijadwalkan Pekan Depan
Tulisan selanjutnya Puing-puing yang Dibersihkan dari Pelabuhan Beirut Setara dengan Berat Menara Eiffel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?