Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sudan Tandatangani Kesepakatan Normalisasi dengan ‘Israel’, Berharap Bantuan Bank Dunia Cair

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 7 Januari 2021 08:58 8:58 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 7 Januari 2021 08:58
Bagikan
Sudan telah menandatangani “Abraham Accords” dengan Amerika Serikat untuk menormalisasi dengan 'Israel' (TrtWorld)
Bagikan

Hidayatullah.com–Sudan telah menandatangani “Abraham Accords” dengan Amerika Serikat meskipun langkah itu ditolak oleh partai politiknya ketika pertama kali diumumkan pada Oktober tahun lalu, Al Jazeera melaporkan.  Sebuah pernyataan dari kantor perdana menteri Sudan pada Rabu (06/01/2021) mengatakan Menteri Kehakiman Nasredeen Abdulbari menandatangani perjanjian dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin yang sedang berkunjung.

Pejabat Menteri Keuangan Sudan Hiba Ahmed dan Mnuchin juga “menandatangani nota kesepahaman di Khartoum untuk memberikan fasilitas pembiayaan jembatan pada hari yang sama untuk membayar tunggakan Sudan ke Bank Dunia”, kata kantornya dalam sebuah pernyataan.  “Langkah ini akan memungkinkan Sudan untuk mendapatkan kembali akses ke lebih dari  1 miliar AS Dolar dalam pembiayaan tahunan dari Bank Dunia untuk pertama kalinya dalam 27 tahun,” tambah pernyataan itu dikutip Al Jazeera.

Kedutaan Besar AS di Khartoum mengatakan perjanjian itu akan “membantu Sudan lebih jauh dalam jalur transformatifnya menuju stabilitas, keamanan, dan peluang ekonomi”. Penandatanganan itu dilakukan lebih dari dua bulan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Sudan akan mulai menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’.

Partai politik Sudan menolak keputusan pemerintah untuk menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’ pada saat diumumkan, dengan para pejabat mengatakan mereka akan membentuk front oposisi untuk menentang perjanjian tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Partai Kongres Populer Sudan, komponen paling menonjol kedua dari koalisi politik Pasukan Kebebasan dan Perubahan (FFC), mengatakan pada Oktober bahwa rakyat Sudan tidak diwajibkan untuk menerima kesepakatan normalisasi.

Mantan Perdana Menteri Sudan Sadiq al-Mahdi juga mengecam pengumuman tersebut, menambahkan bahwa dia menarik diri dari konferensi yang diselenggarakan pemerintah pada saat itu sebagai protes.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tahun lalu, pemerintahan Trump merekayasa pakta diplomatik antara ‘Israel’ dan Uni Emirat Arab dan Bahrain – yang pertama sejak Yordania mengakui ‘Israel’ pada 1990-an dan Mesir pada 1970-an. Maroko juga menjalin hubungan diplomatik dengan pemerintah Zionis.

Kesepakatan itu semua dengan negara-negara yang secara geografis jauh dari ‘Israel’ dan telah memainkan peran kecil, jika ada, dalam konflik Arab-‘Israel’. Kesepakatan itu juga berkontribusi pada isolasi parah dan melemahnya orang-orang Palestina dengan mengikis konsensus Arab yang telah lama ada bahwa pengakuan ‘Israel’ hanya boleh diberikan sebagai imbalan atas konsesi dalam proses perdamaian.

Ekonomi Sudan

Kunjungan satu hari Mnuchin difokuskan pada kesulitan ekonomi negara dan kemungkinan bantuan ekonomi AS, termasuk keringanan utang, kata pernyataan itu.  Sudan memiliki lebih dari 60 miliar AS Dolar utang luar negeri.

Bantuan dari tunggakan dan akses ke pinjaman luar negeri secara luas dilihat sebagai pintu gerbang menuju pemulihan ekonomi. Pemerintah telah berjuang dengan defisit anggaran yang sangat besar dan kekurangan barang-barang penting yang meluas, termasuk bahan bakar, roti dan obat-obatan.

Inflasi tahunan melonjak melewati 200 persen dalam beberapa bulan terakhir karena harga roti dan bahan pokok lainnya melonjak, menurut angka resmi. Bulan lalu, pemerintahan Trump menyelesaikan penghapusan Sudan dari daftar “negara sponsor terorisme” AS. Langkah tersebut merupakan insentif utama bagi pemerintah di Khartoum untuk menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bank duniaisraelNormalisasi dengan IsraelSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UGM Temukan Teknologi Pendeteksi Virus Corona hanya dalam 3 Menit
Tulisan selanjutnya Risma Bagai Roti Dikerubuti Lalat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya

Berita
25 Juni 2026 13:06
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Ledakan di Fasilitas Gas Terbesar Qatar Merenggut 13 Nyawa

Terbaru

  • Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
  • MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?