Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Bendera Putih’, Cara Keren Malaysia Bantu Sesama selama Pandemi Covid-19 Patut Ditiru

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Juli 2021 13:01 1:01 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Juli 2021 13:01
Bagikan
Kampanye Bendera Putih Malaysia
Bagikan

Hidayatullah.com– Sikap peduli warga Malaysia terlihat ketika banyak warganet menanggapi seruan kampanye pengibaran ‘Bendera Putih’ di berbagai platform media sosial beberapa hari ini. ‘Bendera Putih’ bukanlah tanda kekalahan atau menyerah, tetapi untuk kampanye itu untuk mengidentifikasi mereka yang membutuhkan.

Baru-baru ini tersebar di situs media sosial tentang gerakan ‘Bendera Putih’. Khususnya tetangga Malaysia yang terkena dampak wabah baru infeksi Covid-19 dan harus menetapkan kembali Perintah Pengendalian Gerakan (PKP 3.0) dengan tujuan menekan infeksi Covid-19.

Banyak industri harus berhenti beroperasi dan ribuan orang harus kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Pandemi menjadikan sebagian warga Malaysia menjadi cemas dan stres. Bahkan jumlah kasus bunuh diri juga meningkat akhir-akhir ini.

Bagi warga yang kehabisan sembako dan bahan pokok, cukup mengibarkan ‘Bendera Putih’ di kediamannya jika membutuhkan bantuan. Jika tidak ada ‘Bendera Putih’, kain putih atau apa pun juga bisa.

Dengan tanda ini, memungkinkan tetangga, warga lain yang mampu akan mengirim bahan pokok atau kebutuhan bagi mereka.  Inisiatif Kampanye ‘Bendera Putih’ banyak mendapat perhatian dengan meningkatnya kasus depresi di kalangan orang Malaysia, kutip laman Kosmo.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Respon Positif Warganet

Banyak yang mengungkapkan keterkejutannya atas solidaritas ini dan menggambarkannya sebagai simbol kekuatan rakyat.  Kampanye ini diyakini telah dimulai sejak Senin dan terlihat sukses ketika salah satu pengguna media sosial bertindak lebih awal untuk mengibarkan ‘Bendera Putih’ di kediamannya sebagai simbol permohonan bantuan.

Aksinya itu diunggah di akun Facebook bernama Hambamu Seikhlas itu mengungkapkan kesulitan yang dialaminya.  “Aku lelah dan tidak tahu harus berbuat apa, otakku buntu, tapi bukannya mencari jalan pintas, hanya berharap ada orang yang peduli. Semoga ALLAH memudahkan urusan kita semua, anak-anak. masih kecil, termasuk orang di rumah yang sedang hamil,” tulisnya menarik perhatian banyak orang.

Warga menyebarkan kampanye hashtag #BenderaPutih dan #RakyatJagaRakyat di media sosial. Menyusul status menular, akun @teammudajohor segera maju untuk memberikan bantuan kepada keluarga.

Solidaritas tersebut juga disambut baik oleh para pengguna Twitter bernama @JaminKhairul yang turut prihatin dengan nasib mereka yang terkena dampak saat ini.  “Masyarakat yang masih memiliki pekerjaan, masih mampu untuk membeli susu bayi dan makan dan minum, bersyukurlah karena di luar sana banyak sekali warga Malaysia yang putus asa dan terhimpit oleh kemiskinan. Saya doakan semua berkurang rezeki dan kesehatannya. Amin, ” dia berkata.

Lihat video di bawah ini

https://www.instagram.com/p/CRDfRumj5oZ/?utm_medium=share_sheet

Menurut @projekhitam, kampanye adalah ide yang brilian dan salah satu alternatif untuk meminta bantuan.

“Saya pikir ini salah satu alternatif untuk meminta bantuan. Manusia perlu makan dan minum untuk bertahan hidup tetapi martabat tetap ada untuk tidak meminta. “#BenderaPutih bukan berarti kalah, tapi jalan terakhir sebelum ambruk,” ujarnya.

Bagaimanapun, pandemic telah berakibat kehidupan rakyat Malaysia, khususnya kelas ekonomi bawah. Maraknya kampanye ‘Bendera Putih’ diduga juga karena banyak masyarakat yang terdampak pandemi kecewa dan sedih, sementara kasus bunuh diri meningkat.

“Mengibarkan ‘Bendera Putih’ adalah salah satu alasan mengapa saya bangga menjadi orang Malaysia,” ujar pemilik akun Twitter bernama @SyazanaMI. “Orang Malaysia sangat penyayang, bijaksana, baik hati, dan murah hati. Terima kasih warga Malaysia. Buktinya kita bisa menjaga kita,” tambahya.

“Saya tersentuh ketika inisiatif ini dilakukan oleh orang-orang. Terbukti bahwa Malaysia memiliki banyak orang baik. Sama halnya ketika melihat tetangga atau orang terdekat yang membutuhkan bantuan,” tulis Wan Wan di kolom komentar Facebook Kosmo! “Mudah tidak harus mengisi formulir. Ada baiknya masyarakat kita prihatin dengan hal ini,” komentar seorang pengguna Facebook bernama Red Ros.

Beberapa warganet juga berbagi bahwa mereka sudah mulai memperhatikan jika ada tetangga yang mengibarkan ‘Bendera Putih’ di dekat rumah mereka. “Saya akan melihat-lihat daerah saya jika ada ‘Bendera Putih’. Bantuan makanan insya Allah. Saya percaya pada orang Malaysia. Mereka akan membantumu,” ujar seorang warganet bernama The Comedian.

“Bisakah kita memiliki bendera lain juga. Bendera untuk orang-orang yang tidak membutuhkan barang-barang dapur tetapi sangat membutuhkan teman untuk mengobrol untuk menyembuhkan stres mereka, ”kata @FrugalFliza.  “Kibarkan ‘Bendera Putih’ jika Anda membutuhkan bantuan. Baik Anda di rumah atau media sosial. Bisa kirim pesan ke saya jika butuh dukungan mental dan emosional serta seseorang untuk diajak bicara,” balas seorang warganet bernama @etresm0I.

Beberapa orang juga menyarankan agar mereka yang memberikan bantuan tidak mengambil gambar atau video penerima.

“Kali ini jangan ambil gambar atau video, biar Tuhan yang tahu kebaikanmu. Kita harus menjaga martabat mereka, ”komentar Vijay Kumar Vijay di halaman Facebook-nya. “Inilah saatnya bagi bibi bawang untuk bertindak menggunakan kepekaanmu untuk membantu alih-alih menghakimi mereka. Tolong jaga perasaan penerima dengan tidak memposting fotonya,” dukung Maureen Danau.

Sejak marak Bendea Putih, tagar #kitajagakita terkenal di Twitter.

Kebijakan lockdown terbaru di Malaysia yang dilakukan untuk melawan lonjakan kasus Covid-19 berisiko memangkas sebanyak dua poin persentase dari pertumbuhan ekonomi Negeri Jiran tahun ini.

Perdana Menteri Tan Sri Muhyidin Yassin mengumumkan rencana Bantuan Rehabilitasi untuk menyalurkan bantuan baru kepada warga Malaysia. Di antara yang termasuk dalam paket RM150 miliar adalah Bantuan Khusus Covid-19, Moratorium dan fasilitas penarikan EPF i-Citra.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahan pokokbendera putihcovid-19Malaysia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Ahmad As-Surkati Asal Usul Kitab “Al-Masa’il Ats-Tshalats” Karya Syeikh Ahmad As-Surkati
Tulisan selanjutnya Refleksi Perkembangan Hukum Islam di Indonesia dan Pengaruh Orientalis 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?