Hidayatullah.com–Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson telah meminta Rusia dan rezim Bashar al-Assad untuk sepenuhnya melaksanakan gencatan senjata di Ghouta timur.
“Saya sangat prihatin dengan kampanye militer yang terus berlanjut melawan warga sipil Ghouta Timur dan laporan yang dapat dipercaya bahwa pesawat Rusia secara aktif berpartisipasi di samping rezim Assad, bertentangan dengan permintaan Dewan Keamanan di UNSCR 2401 untuk gencatan senjata 30 hari di Suriah. Daerah yang menderita pemboman adalah daerah berpenduduk sipil,” kata Johnson dalam siaran persnya yang dikutip dari Anadolu Agency.
“Ada laporan korban tewas lebih dari 600 warga sipil dalam dua minggu terakhir, termasuk 200 serangan udara dan lebih dari 100 orang tewas sejak Rusia memilih untuk mendukung gencatan senjata. Semua ini di daerah yang, jangan sampai kita lupa, Rusia sendiri mengumumkan sebagai zona de-eskalasi. Setelah memilih UNSCR 2401 kurang dari seminggu yang lalu, Rusia memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaksanaan gencatan senjata,” tambahnya.
Baca: Penduduk Ghouta Timur Menolak Meninggalkan Tanah Mereka
Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah tanpa penundaan.
Lebih dari 600 warga sipil telah terbunuh dalam dua minggu terakhir ini dalam serangan yang terus berlanjut oleh pasukan yang setia kepada rezim Assad untuk merebut kembali daerah kantong kelompok oposisi di sebelah timur Damaskus.
Sekjen PBB Antonio Guterres menggambarkan situasi tersebut sebagai “neraka di bumi”.
Sebuah daerah pinggiran timur Damaskus dan dengan populasi lebih dari 400.000, Ghouta berada di bawah pengepungan yang menghancurkan selama hampir lima tahun dan akses kemanusiaan ke daerah kantong telah terputus sepenuhnya.
“Orang-orang Ghouta Timur telah bertahan cukup, di antara janji-janji gencatan senjata dan jeda kemanusiaan yang rusak. Kami menuntut agar Rusia dan rezim segera menghentikan permusuhan dan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan yang berkelanjutan ke Ghouta Timur dan evakuasi medis, seperti yang diminta oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB pagi ini dalam Resolusi yang diajukan oleh Inggris. Orang-orang Ghouta Timur tidak bisa menunggu lagi,” kata Johnson.
Suriah telah terlibat dalam perang sipil yang menghancurkan yang telah membunuh lebih dari 500.000 warga sipil dan membuat lebih dari satu juta pengungsi.
Konflik tersebut, yang kini berada di tahun ketujuh, dimulai saat sebuah demonstrasi sipil oleh warga sipil yang menyerukan reformasi demokratis.*/Sirajuddin Muslim