Hidayatullah.com–Pemimpin rezim Suriah Bashar al-Assad mengatakan rakyat Suriah seharusnya mempelajari bahasa Rusia untuk menangkal “pengaruh ekstrimis dan Barat”, dengan hubungan dua negara bersekutu itu semakin dekat.
Assad membuat pernyataan itu dalam pertemuannya dengan seorang anggota parlemen Rusia, kantor berita negara TASS melaporkan pada Selasa.
Assad menyebut pusat-pusat bahasa Rusia harus dibuka di negaranya sebagai “alternative” bagi Barat dan Wahabisme.”
Baca: Delegasi Rusia Bertemu Rezim Bashar al Assad di Damaskus
“Masalah dengan negara-negara Arab ialah bahwa separuh dari mereka dipengaruhi oleh ide-ide ekstrimis dan separuh lainnya tertarik pada budaya Barat,” Assad mengatakan.
“Beberapa memiliki pemikiran Wahabi sementara lainnya memiliki pemikiran orang-orang Amerika. Itulah mengapa orang-orang saling membenci dan mengapa harus memberikan mereka alternative,” kata pria yang saat ini lebih dekat dengan Iran.
Dia menambahkan bahwa rakyat Suriah harus dilatih dengan instruktur-instruktur Rusia untuk untuk mengatasi kekurangan guru bahasa di sekolah-sekolah negeri.
Baca: Iran Akan Terus di Suriah atas Permintaan Bashar al Assad
Langkah itu dilakukan ketika Damaskus semakin dekat secara budaya dengan Rusia, setelah Moskow melakukan intervensi militer dalam perang saudara untuk mencegah jatuhnya rezim Assad di tengah meluasnya kehilangan kelompok oposisi.
Sejak itu Rusia memiliki pengaruh besar terhadap urusan Suriah. Bahasa Rusia telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah menengah sejak 2015.
Serangan udara Rusia diyakini telah menewaskan puluhan ribu warga sipil di daerah-daerah oposisi.*/Nashirul Haq AR