Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

“Katakan Selamat Tinggal, Anakku!”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 April 2017 09:51 9:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 April 2017 09:51
Bagikan
— Abdel Hamid Alyousef (29) yang tengah berduka membuai bayi kembarnya yang berusia 9 bulan
Bagikan

Hidayatullah.com— Abdel Hamid Alyousef (29) yang tengah berduka membuai bayi kembarnya yang berusia 9 bulan, Aya dan Ahmad. Ia membelai rambut keduanya, sembari menahan isak tangis, lalu bergumam,  “Katakan selamat tinggal, anakku, katakan selamat tinggal,” ujar Hamid Alyousef kepada anaknya yang sudah tidak bernyawa lagi sebagaimana diceritakan Reuters.

Setelah itu, Alyousef membawa jenazah anak ke liang lahad di mana 22 anggota keluarganya dimakamkan.

Anak kembar Alyousef  tewas akibat terjangan bom kimia di Provinsi Idlib, Suriah yang diduga dilakukan tentara Rezim Bashar al Assad.

Abdul Hamid Youssef telah kehilangan hampir semua anggota keluarga mulai dari dua anak kembarnya yang baru berusia sembilan bulan, istri, dua abang, tiga keponakan dan tetangganya.

Baca: 100 Warga Tewas Termasuk Anak-anak Oleh Serangan Gas Beracun Tentara Bashar al Assad

Mereka antara lebih 100 korban termasuk setidaknya 30 anak-anak dan 20 wanita yang tewas dalam serangan kimia di kota Khan Sheikhoun, Suriah, awal Selasa lalu. Jumlah korban kemungkinan meningkat.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Dalam perjalanan ke pemakaman, Abdel Hamid meminta sepupunya merekam kata-kata perpisahannya kepada anaknya ketika dalam van.

lebih 100 korban termasuk setidaknya 30 anak-anak dan 20 wanita yang tewas dalam serangan kimia di kota Khan Sheikhoun

Ketika serangan, Abdel Hamid,  berada bersama anak kembar pria dan perempunnya itu.

“Ketika serangan terjadi, saya tepat di sisi mereka. saya segera membawa anak dan istriku keluar dari rumah,” ceritanya dikutip laman Al Arabiya.

Baca: Rabithah ‘Alam Islami Mengutuk Serangan Kimia Rezim Bashar di Khan Syaikhun

Saat itulah, istri dan anak kembar Alyousef roboh. Matanya terpejam dan tak sadarkan diri. Melihat hal demikian, ia bergegas mencari pertolongan.  Ketika itu, Alyousef mendapat tumpangan untuk membawa keluarganya ke rumah sakit. Di mobil yang ditumpanginya tersebut, ia memeluk erat anak kembarnya yang telah terpejam dalam balutan kain berwarna putih. Sesekali ia belai rambut keduanya sambil menahan desakan air mata. Hatinya terkoyak.

Mobil tersebut segera dipacu menuju ke fasilitas medis atau rumah sakit terdekat. Alyousef meyakinkan ia bahwa keluarganya akan baik-baik saja. Mereka pasti selamat, pikirnya.

Setibanya di rumah sakit, Alyousef tidak menunggu anak dan istrinya siuman. Ia bergegas pergi untuk mencari kerabat dan saudaranya.

Dalam pencarian tersebut, hati Alyousef semakin tercabik. Ia menemukan jenazah dua saudaranya, dua keponakan, serta tetangga dan teman-temannya. Dan ternyata nyawa anak kembarnya serta istrinya juga tak bisa terselamatkan.

“Aku tidak bisa menyelamatkan siapapun. Mereka semua tewas sekarang,” ucapnya.

Serangan di Khan Sheikhoun itu lebih tragis bagi keluarga Alyousef karena banyak orang jadi korban.

Baca: Turki Pastikan Serangan Udara di Khan Sheikhoun Gunakan Senjata Kimia

Menurut saksi, empat roket melanda daerah itu pada 6.30 pagi hari Selasa. Alaa Alyousef mengatakan, keluarganya terbangun oleh suara ledakan empat roket pada pagi setelah Subuh. Yang pertama mereka lihat adalah gumpalan asap. Ayahnya bergegas keluar dan kembali ke rumah setelah melihat seorang perempuan terjatuh karena terpapar asap tersebut. Ia memerintahkan keluarganya untuk menutup jendela dan melindungi wajah dengan pakaian yang dibasahi air dan cuka.

Mereka beruntung karena angin menyapu ke arah yang berlawanan, kata Alaa.

“Kami masih terkejut. Banyak anggota keluarga masih hilang. Kami takut memasuki rumah lain karena mungkin menemukan lagi mayat, “katanya.

Selasa lalu, Alaa dan anggota keluarga lain ikut mengubur jenazah para korban.

Mengingat kembali kejadian itu, seorang lagi anggota keluarga Alyousef, Aya Fadl mengatakan, dia berlari dari rumahnya sambil menggandeng anak lelaki berusia 20 bulan karena berharap agar aman dari gas beracun di luar.

Sebaliknya, guru bahasa Inggris berusia 25 tahun itu datang dengan truk pickup membawa mayat korban lain, termasuk beberapa anggota keluarga dan siswanya.

“Ammar, Aya, Mohammed, Ahmad, aku mencintai kalian, burungku. Mereka betul-betul seperti burung. Tante Sana, paman Yasser, Abdul Karim, tolong dengarkan aku,” ucapnya kepada wajah-wajah tak bernyawa itu.

Baca:  Pemimpin Eropa: Semua Bukti Serangan Senjata Kimia Mengarah Bashar al Assad

“Saya melihat mereka. Mereka semua meninggal dunia. Semua sudah mati.”

Bahkan dalam neraka Suriah yang menelan hampir setengah juta nyawa manusia, tragedi di Khan Sheikhoun tetap membuat dunia tercekat.

“Serangan terhadap anak-anak kemarin berdampak besar pada saya, dampak yang besar,” kata Presiden AS Donald Trump. “Pandangan saya terhadap Suriah dan Assad sudah banyak berubah,” imbuhnya. “Sekarang Suriah menjadi tanggungjawab saya.”

“Suasanya memang dasyat. Semua orang menangis dan sulit bernapas.

“Kami menghadapi berbagai keadaan susah dan situasi sulit di Suriah. Ini pengalaman paling sulit dan berbahaya yang saya pernah alami, “katanya pada Rabu.

Presiden Bashar Assad dan pemerintah Rusia dituding bertanggungjawab atas serangan gas beracun tersebut. Namun Moskow membantah dan menyebarkan versi lain, bahwa pasukan pemerintah tak sengaja membom gudang dan pabrik senjata kimia milik tentara oposisi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengklaim gejala yang dimiliki korban di Khan Shkeikhoun merupakan dampak dari paparan gas saraf.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadEropairanKhan SheikhounKota Idlibmilisi SYiahPBBPemimpin EropaPerang SuriahPrancisrusiasenjata kimiaSerangan Senjata Kimia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota MPR Minta Suara Masyarakat Jangan Sampai Terbeli Pemodal
Tulisan selanjutnya Fenomena Perbedaan Antar Umat, Konstruktif, atau Destruktif?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?