Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Langsung dari Gaza

Mencari Ikan di Laut Palestina, Ditembaki, Dirampas, Ditangkap, Dibunuh…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 April 2012 09:31
Bagikan
Bagikan

Garis merah putus-putus adalah batas pengepungan. Jangankan melewati, mendekati saja para nelayan Palestina akan ditembaki, dirampas perahunya, ditangkap bahkan dibunuh oleh angkatan bajak laut Israel. Peta: Google

JALUR GAZA, Jum’at (Sahabatalaqsha): Para nelayan termasuk lapisan rakyat yang paling berat menjalani akibat pengepungan yang sudah berlangsung lima tahun atas Gaza ini. Bukan saja penghasilannya untuk hidup sehari-hari semakin tipis, nyawa mereka pun selalu terancam oleh kejahatan angkatan bajak laut Israel.

Amjad Say-Syirafi (kiri), ketua persatuan nelayan Palestina. Foto: Sahabat Al-Aqsha

Dengan izin Allah, kemarin Tim Sahabat Al-Aqsha (SA2Gaza) melaut bersama dua orang nelayan ke lepas pantai yang sedang dikepung itu. Salah satu nelayan itu bernama Amjad Asy-Syirafi, Ketua Persatuan Nelayan Palestina yang beranggotakan 3.700-an orang nelayan.

Pria berusia 40 tahunan itu menjelaskan, “Tiga tahun terakhir ini, pengepungan bertambah parah.” Menurut Amjad, dalam kurun waktu tersebut, angkatan bajak laut Israel tak henti-hentinya mengganggu para nelayan yang mencari ikan untuk penghidupan istri dan anak-anaknya.

Baca Juga

MUI Apresiasi Pertemuan OKI Bahas Masjid Al-Aqsha yang Dinodai ‘‘Israel’’
Hamas akan Memilih Kepala Cabang Baru Gaza Minggu Ini
Gaza Memulai Upaya Inokulasi di Tengah Kekurangan Vaksin Covid-19
Indonesia Bisa Terima Miliaran Dollar Dari Amerika jika Normalisasi dengan ‘‘Israel’’
Gaza Cabut Pembatasan Covid-19, Masjid hingga Pasar Dibuka Kembali

Inilah yang mereka lakukan atas para nelayan Palestina di laut lepas dalam tiga tahun terakhir:

menangkap dan memenjarakan 25 orang nelayan

menembak mati syahid 8 orang nelayan

menembak 30 orang nelayan hingga luka-luka

(saat wawancara dilakukan) memenjarakan 7 orang nelayan

merampas 25 kapal dan perahu nelayan dan tidak dikembalikan

merampas 250 unit motor penggerak perahu nelayan

“Mereka mengumumkan bahwa kami (nelayan) hanya boleh melaut sampai 3 mil laut (= 4,8 km),” kata Amjad, “namun pada kenyataannya, berbagai kejahatan itu menimpa nelayan-nelayan dalam jarak hanya 2,5 bahkan 1,5 mil dari pantai.”

Setiap hari, kerugian yang diderita para nelayan Palestina mencapai sekitar 10 ribu dolar Amerika (hampir 100 juta rupiah), akibat pengepungan ini.

Amjad ingat, hari ketika pertama kali mendung pengepungan menyelimuti langit di atas kepala para nelayan, “Tanggal 24 Juni 2006. Sejak hari itu para nelayan Palestina tidak bisa melaut lebih dari 3 mil. Waktu itu kami ditangkapi, ditembaki… Hari itu bertepatan dengan diculiknya Ghilad Shalit.”

Mungkinkah para nelayan ini dikawal oleh polisi laut Palestina?

Ayman Baroud, perwira polisi laut yang juga ikut di perahu kami menjawab, tidak. Menurut penjelasannya, instruksi langsung dari Perdana Menteri Ismail Haniyah menyatakan nelayan tidak bersenjata dan tidak dikawal.

Saat perahu yang kami tumpangi berlayar santai, diangguk-angguk ombak laut Mediterania, dari kejauhan nampak tiga buah perahu nelayan berlayar cepat ke arah kami. Di kejauhan di belakang mereka nampak dua kapal bajak laut Israel.

Kapal-kapal nelayan Palestina itu melaju. Amjad dan Ayman berteriak-teriak agar mereka berhenti dan merapat ke perahu kami. Jarak perahu kami dengan pantai Gaza masih kurang dari satu mil. Satu perahu mendekat dan merapat.

Di atas perahu itu ada empat orang pria, dipimpin seorang lelaki bertopi dan berkacamata.  Rambutnya serta berewoknya sudah memutih di sana-sini. Tiga orang lainnya berusia lebih muda, mungkin belasan atau dua puluhan tahun.

Kami saling berkenalan. Nama lelaki berkacamata itu Hasan Hadir Bakr, 54 tahun. Tiga bulan yang lalu ditangkap oleh bajak laut Israel saat mencari ikan pada jarak 2,5 mil laut dari pantai.

Dari subuh sampai menjelang zuhur, hanya dapat 4-5 kg ikan seharga 50 shekel. Solar untuk motor perahu 100 shekel. foto: Sahabat Al-Aqsha

Setelah kami minta, Hasan memperlihatkan hasil tangkapannya hari itu. Ia dan teman-temannya meninggalkan pantai sehabis solat Subuh, dan kembali menjelang zuhur. Ia mengeluarkan ember kecil berwarna hitam. “Ini paling-paling cuma empat kilogram,” katanya dengan nada pahit, “kalau dijual hanya laku 50 shekel, sedangkan untuk solar saja saya harus membayar 100 shekel (1 shekel = 2500 rupiah).” Salah satu pemuda yang bersamanya mengangkat jerigen solar berwarna kuning yang kosong.

Setiap hari Hasan harus mencari nafkah untuk 18 orang anggota keluarganya. Ia tak ingin kedengaran mengeluh, buru-buru menutup penjelasannya dengan kata-kata, “Rabbunaa Kariim… Tuhan kita Maha Pemurah…”

Sebuah perahu motor lagi mendekat. Isinya empat orang juga. Pemimpinnya masih kerabat Hasan, bernama Fahid Ziyad Bakr, 38 tahun. “Belum lama yang laly, motor perahu saya ditembaki sampai rusak, sehingga kami terpaksa pulang ke pantai dengan mendayung…” tutur Fahid.

Tiba-tiba Hasan menyela, “Kami berterima kasih, atas semua bantuan kemanusiaan berupa motor perahu, perahu, kelengkapan mencari ikan, bahkan bengkel perbaikan perahu…”

“Masalah kami bukan kekurangan perlengkapan, tapi penjajah…! Bantu kami melawan penjajah..!” foto: Sahabat Al-Aqsha

Tanpa menarik napas, Hasan melanjutkan dengan suara lebih lantang, “Tapi masalah utama kita, nelayan Palestina, bukan kekurangan alat-alat melainkan penjajahan. Kami minta semua negara Arab dan Islam di seluruh dunia membantu kami menghentikan penjajahan yang menutup pintu ma’isyah kami. Ini kezhaliman yang harus dihentikan! Kami nggak minta apa-apa, selain hentikan penjajahan ini!”

Seluruh lelaki yang ada di kedua perahu itu lalu berebut bicara, menyatakan setujunya mereka atas pendapat Hasan.

Para nelayan yang tegar itu menutup pembicaraan di lepas pantai Gaza itu dengan menitipkan salam. “Sampaikan salam kami kepada saudara-saudara Muslimin kami di Indonesia. Terima kasih. Jangan lupakan kami!”

Dalam perjalanan kembali ke dermaga pelabuhan Gaza kami lebih banyak membisu di atas perahu. Berusaha menyerap kalimat demi kalimat yang disampaikan para lelaki, suami, ayah, pemuda, dan remaja yang pemberani itu. Semoga Allah selalu menjaga mereka. Wa anta khayrul Haafizhiin ya Rabb…

Pandangan mata kami menyapu pagar pelabuhan sederhana yang dibuat dari berton-ton timbunan reruntuhan bangunan di Madinah Gaza yang hancur diserang jet-jet tempur Zionis.

Menjelang perahu kami merapat, Ayman, polisi laut yang bersama kami berkata, “Sebelum mati ditembak rakyatnya sendiri, Yitzhak Rabin (perdana menteri Israel) sempat menceritakan sebuah mimpi kepada ibunya, bahwa negara Israel akan tenggelam dibanjiri laut dari arah Gaza…”

Mimpi buruk bagi penjajah Zionis. foto: Sahabat Al-Aqsha

Menurut Ayman, mimpi buruk Yitzhak Rabin itu hanya karena ia kewalahan melawan satu orang penjuang Palestina di masa itu, namanya ‘Imad ‘Aqil.

‘Imad adalah pemuda Gaza legendaris yang memimpin perjuangan gerilya dengan cara menyamar jadi orang Yahudi. Mati syahid di usia 23 tahun.

“Nelayan kami berjumlah 3700-an orang, doakan agar mereka semua diberi Allah jiwa dan semangat seperti ‘Imad ‘Aqil seluruhnya,” kata Ayman.* (Sahabatalaqsha.com)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaisraelold migratepalestinaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengawal Obama Main WTS, Kolombia Tuntut AS Minta Maaf
Tulisan selanjutnya Kritik Obama di Facebook, Marinir AS Dipecat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Langsung dari Gaza

2 Nelayan Gaza Tewas Ditembak Tentara Mesir Saat Melaut

28 September 2020 09:33
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Hamas Umumkan Kesepakatan Akhiri Agresi ‘Israel’ di Gaza

1 September 2020 08:59
membombardir saudi
Langsung dari Gaza

Israel Kembali Gempur Gaza dengan Serangan Drone dan Pesawat Tempur

28 Agustus 2020 20:57
Langsung dari Gaza

Empat Warga Palestina Meninggal Dunia dalam Serangan ‘Israel’ di Gaza

26 Agustus 2020 12:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?