Hidayatullah.com–Bila tak ada halangan, selama 13 sampai 27 Juli 2003 ini Tariq Ramadan akan berada di Jakarta dan Yogyakarta. Pria kelahiran Swiss berusia 40 tahun ini terkenal di Eropa karena pandangannya mengenai ‘jalan ketiga’.
Intinya ia ingin mengatakan, seseorang bisa sekaligus menjadi Muslim dan menjadi orang Eropa dalam waktu yang sama. Selama ini sebagian Muslim, dan kebanyakan orang Eropa menganggap, seseorang hanya bisa pilih salah satu. Karena Islam dan Barat, dianggap seperti air dan minyak. Pandangannya ini terurai dalam tiga bukunya, “To Be European Muslim”, “Islam, the West, and the Challenge of Modernity”, dan “The Future of European Muslim”.
Tariq adalah cucu Hasan Al-Banna, pendiri dan pimpinan pertama gerakan da’wah Al-Ikhwanul Muslimun di Mesir, dan menjadi inti perlawanan terhadap penjajahan Barat di Timur Tengah tahun 1940-an sampai 1960-an. Ayahnya, Sayyid Ramadhan hijrah ke Swiss awal tahun 60-an karena tekanan politik.
Tariq menyelesaikan master di bidang sastra dan filsafat Prancis, juga doktor di bidang kajian Islam di Universitas Jenewa –sempat tinggal selama setahun di Mesir (1992-93). Saat ini Tariq mengajar filsafat dan kajian Islam di dua universitas Jenewa dan Fribourg, serta rajin memenuhi undangan keliling Eropa. Yang mengundangnya datang ke sini penerbit Mizan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Swiss.
Rencana Acara Tariq Ramadan di Indonesia
Minggu, 13 Juli 2003
Tiba di Indonesia
JAKARTA
Senin,14 Juli 2003, pukul 13.00 –14.00
Konferensi Pers di Kedutaan Besar Swiss
Selasa, 15 Juli 2003, pukul 10.00 – 12.30
Ceramah Umum di Perpustakaan Nasional, Jakarta
Rabu, 16 Juli 2003, pukul 13.00 – 15.00
Wawancara dengan Televisi di Kedutaan Besar Swiss
Pemandu Haidar Bagir
Jumat, 18 Juli 2003, pukul 19.00 – 21.30
Diskusi Khusus di Hotel Kemang
Pembahas: Nurcholish Madjid
Kerjasama dengan Paramadina
YOGYAKARTA
Kerjasama dengan Pusat Studi Lintas Agama dan Budaya
Universitas Gadjah Mada
Senin, 21 Juli 2003, pukul 10.00 –12.00
Ceramah Umum di Universitas Gadjah Mada
Selasa, 22 Juli 2003, pukul 10.00 – 12.30
Diskusi Terbatas.* wpr