Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mahathir: Terorisme Ekonomi Lebih Berbahaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2003 07:49 7:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2003 07:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bahaya terorisme ekonomi sama dahsyatnya dengan terorisme lain karena ia akan menyebabkan kematian dan kerusakan secara tidak langsung yang berefek sangat panjang. Pernyataan ini disampaikan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Muhammad menanggapi dominasi mata uang dan ekonomi Barat di Yogyakarta, seusai memperoleh penghargaan “AFEO (Asean Federation of Engineering Organizations) Distinguished Fellow Award”, 22 Oktober 2003. “Penghargaan itu diberikan kepada Mahathir karena dinilai berjasa memajukan profesi insinyur di Malaysia pada khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya,” kata Wakil Sekjen Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Lamhot Sinaga. Mahathir juga dinilai berjasa melalui kebijakan-kebijakannya terhadap “engineering development” yang menjadikan Malaysia sebuah negara yang mempunyai perkembangan teknologi sangat pesat. “Strategi kebijakan di bidang teknologi dan industri serta kebijakan pembangunan sumberdaya manusia Mahathir menjadikan Malaysia segera keluar dari krisis ekonomi yang dimulai medio 1997,” katanya. Menurut dia, setelah menerima penghargaan tersebut, Mahathir Mohamad akan memberikan pidato yang diperkirakan sebagai “international official statement” atau pidato internasional yang terakhir sebelum turun dari tampuk kepemimpinannya pada 31 Oktober 2003. “Hal itu membuat sangat berharga dan tinggi nilai dari pidato tersebut dan PII sebagai penyelenggara kegiatan itu merasa sangat terhormat,” katanya. Ia menjelaskan, AFEO merupakan federasi dari organisasi profesi keinsinyuran lingkup regional Asia Tenggara, yang terdiri atas organisasi atau institusi profesi keinsinyuran di tingkat nasional masing-masing negara anggota Asean. AFEO bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan, saling pengakuan, dan pengertian dalam menetapkan standar profesi keinsinyuran, serta mengembangkan standar untuk mobilitas insinyur di kawasan regional Asean. “AFEO beranggotakan institusi organisasi keinsinyuran dari 10 negara Asean, yakni PUJA Brunei Darussalam, EIC Kamboja, LUSEA Laos, IEM Malaysia, MES Myanmar, PTC Filipina, IES Singapura, EIT Thailand, VUSTA Vietnam, dan PII Indonesia,” katanya. Dalam kesempatan itu Mahathir juga mengatakan, Baratl telah mengamalkan double standard karena mereka meminta orang melakukan apa yang diarahkan mereka dan bukan seperti yang mereka lakukan. Menurutnya, selepas serangan 11 September 2001, dunia dapat melihat terorisme dan pembunuhan rakyat yang tidak bersalah untuk mencapai tujuan masing-masing atau bagi membalas dendam. Terorisme bukan saja dilakukan individu, tetapi oleh negara yang konon ingin membalas dendam terhadap teroris, tetapi perbuatan itu juga memusnahkan keluarga, rumah, kampung dan kota yang mereka serang. Tidak mustahil perbuatan itu juga membunuh mereka yang tidak berdosa, malah terorisme itu lebih dahsyat dengan penggunaan senjata dan lebih sistematik yang dilakukan tentera terlatih. Dikeroyok Wartawan Kedatangan orang kuat Asia ini setidaknya dimanfaatkan oleh TV 7 milik koran kompas. Dalam diskusi langsung bertajuk Mahathir Menjawab, pria yang kerap dipanggil Dr.M ini banyak menjawab pertanyaan seputar dirinya. Dalam diskusi live yang dipandu oleh Dana Iswara (TV7), Mahathir dikeroyok enam wartawan senior asal Indonesia. Mereka diantaranya, August Parengkuang (Kompas), Sabam Siagian, (The Jakarta Post), Susanto Pujosartono (wartawan senior Indonesia), Yuli Ismartono (Tempo) dan Dana Iswara. Menanggapi keberanianya melawan sikap Barata, Mahathir hanya mengatakan, yang penting sikap bersatu padu. Kebanyakan wawancara hanya berkisar seputar pembangunan ekonomi di Malaysia, dominasi negara-negara barat, terorisme, juga rencana Mahathir Mohamad setelah lengser dari jabatannya sebagai perdana menteri Malaysia per 31 Oktober mendatang. Sayang, meski dikeroyok lima wartawan senior, tak satupun ada pertanyaan kritis menyangkut sikap KKN ekonominya dan sikap melanggar HAM dan memenjarakan Anwar Ibrahim. Mayoritas wawancara hanya memuji Mahathir. (bh/kp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sikap Berlebihan Kunjungan Bush
Tulisan selanjutnya Buntut Ucapan Letjen William Boykin Yang Anti-Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?