Hidayatullah.com–Hal itu diungkapkan Fatwa di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa, berkaitan dengan kerusuhan di Ambon. “Kami sangat menyesalkan arak-arakan kaum seperatis RMS itu malah dikawal polisi,” katanya. Fatwa juga menyoroti lemahnya kinerja intelijen sehingga tidak bisa mendeteksi kerusuhan di Ambon. Semestinya, intelijen mampu mencegah dan mengantisipasi terjadinya peristiwa kerusuhan itu. “Intelijen kita mungkin tidak melakukan koordinasi dengan baik. Baru setelah ada kejadian itu, mereka kalang kabut, padahal langkah terpenting adalah mencegah,” katanya. Berkaitan dengan kemungkinan diberlakukannya kembali darurat sipil di Ambon untuk memulihkan keadaan, fatwa mengatakan, tidak mudah memberlakukan kembali status darirat sipil di Ambon mengingat di daerah itu status darurat sipil baru saja dicabut. “Baru saja kita mencabut status darurat sipil di sana, apalagi mau memberlakukan darurat militer,” katanya. Front Islam untuk Kedaulatan NKRI mengutuk tindakan kelompok separatis Republik Maluku Selatan (RMS) beserta organisasi dibawahnya, Front Kedaulatan Maluku (FKM) dan semua gerakan yang memiliki cita-cita dan tujuan untuk memecahbelah NKRI. Pernyataan Front Islam untuk Kedaulatan NKRI disampaikan ulama asal Surakarta Ustad Muzakir saat bersama sejumlah delegasi diterima Wakil Ketua DPR AM Fatwa di Gedung DPR/MPR Jakarta, Selasa. Front ini mendesak DPR memanggil Presiden megawati, Menko Polkam Hari Sabarno, Panglima TNI Jenderal TNI endriartono Sutarto, kapolri Jnederal Pol Da`i Bachtiar, kepala BIN hendropriyono beserta pihak terkait untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi di Ambon. DPR harus mempertanyakan langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut. Front Islam untuk Kedaulatan NKRI juga menuntut pertanggungjawaban Kapolri dan jajarannya yang telah gagal memberi keamanan kepada masyarakat Ambon. Bahkan polisi bertindak diskriminatif dalam melakukan penanganan di lapangan atas kasus itu. Selain itu, mendesak pemerintah terutama aparat keamanan baik Polri maupun TNI untuk menindak tegas para separatis RMS dan aktor intelektualnya. Demi tegaknya keadilan, pemberontak RMS harus ditindak tegas sebagaimana tindakan terhadap GAM. Aparat keamanan dan intelijen juga harus menyelidiki keterlibatan AS dalam kasus kerusuhan itu. AS telah memberi dukungan kepada RMS dan berupaya memecahbelah NKRI. Front Islam juga mendesak agar pemerintah dan aparat keamanan mengekstradidi dan menghukum Alex Manuputti yang berada di AS bersama petinggi RMS lainnya di bawah perlindungan pemerintah setempat. “Pemerintah harus menyelesaikan permasalahan di Ambon secara komprehensif dan memperhatikan latar belakang permasalahan dan jangan sampai peristiwa Timtim terulang di Ambon,” kata Muzakir. Front Islam untuk Kedaulatan NKRI menyerukan agar masyarakat Ambon yang pro-NKRI tetap mengadakan perlawanan terhadap tindakan anarki kaum separatis RMS. “Apabila aparat keamanan tidak mampu dan tidak bersungguh-sungguh menyelesaikan pemberontakan RMS, maka Ormas Islam sepakat untuk menyiapkamn Laskar islam untuk membela keutuhan NKRI dari pemberontakan RMS,” katanya. (ant/gtr)