Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KUII: Dunia Barat Tak Adil Pada Umat Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 April 2005 04:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) menyesalkan perlakuan tidak adil dunia barat terhadap Islam dengan membuat stigmatisasi terhadap Muslim yang menjalankan agamanya secara kaffah (menyeluruh) dengan sebutan fundamentalis.

"Sebutan fundamentalis kemudian juga diarahkan pada teroris," kata Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) Cholil Ridwan kepada pers dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-4 yang berlangsung 17-21 April di Jakarta, Rabu (20/4). Pihaknya juga menyayangkan adanya upaya dunia Barat menggeneralisasi sejumlah teroris untuk melabelisasi orang-orang Muslim yang berusaha menjalankan agamanya dengan benar.

Menurut dia, seorang Muslim wajib dalam berjihad, namun jihad diartikan sebagai membela diri jika diserang atau direbut hak azasinya, sementara terorisme adalah tindakan untuk menakut-nakuti dan membunuh orang dengan cara kekerasan.

Dia mencontohkan pejuang Palestina yang ingin memerdekakan diri dari Israel penjajahnya, tetapi disebut AS, pendukung Israel yang mengaku demokratis, sebagai teroris. "Jika jihad disebut sebagai terorisme, berarti pahlawan Indonesia yang dulu berjuang membela negaranya disebut teroris semua," katanya.

Sekum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengatakan, KUII dengan tegas mendukung segala perjuangan untuk kemerdekaan Palestina. KUII juga mendorong Konferensi Asia Afrika (KAA) untuk memberi pembelaan terhadap Palestina, negara yang masih terjajah di era modern, ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pluralisme

Sementara itu anggota Komisi Fatwa MUI, Ali Mustofa Ya’qub juga menegaskan pluralisme tidak ada dalam Islam, karena berarti kebenaran itu adalah nisbi atau relatif dan semua agama benar. "Kalau semua agama benar, Nabi tidak perlu berdakwah lagi ke orang-orang Arab dan bangsa lain pada masa itu," katanya.

Menurut dia, banyak orang salah paham tentang pluralisme, karena yang ada dalam Islam adalah pluralitas. "Pluralitas diakui pada zaman Nabi. Pada zaman Nabi ada lima agama di Jazirah Arab, Islam, Nasrani, Yahudi, Majusi dan Animisme, tetapi mereka tetap hidup secara damai," katanya.

Dalam sidang komisi,  KUII juga mendesak pemerintah Indonesia untuk proaktif membela dan memperjuangkan hak-hak kaum muslimin yang tertindas di Moro, Pattani, Kashmir, Uzbekistan, Xinjiang, Checnya. Mereka juga meminta agar pemerintah Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menjaga kemuliaan masjid Al Aqhsa dari tangan Yahudi-Israel di forum KAA. (ant/wpd)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS Hibahkan Bantuan Sebesar Tiga Miyar Dolar Kepada Israel
Tulisan selanjutnya Fraksi PKS minta Palestina jadi isu mendasar KTT AA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?