Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Cak Nur Dipanggil Allah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Agustus 2005 14:57
Bagikan
Bagikan

Senin, 29 Agustus 2005

Hidayatullah.com—Dr. Nurcholis Madjid tutup usia pada hari Senin (29/8), pukul 14.05 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Nurcholis meninggal dunia akibat penyakit hati yang dideritanya sejak lama. Jenazah kini disemayamkan di Universitas Paramadina Jalan Gatot Subroto, Jaksel. Rencananya,  pemakaman akan dilaksanakan besok di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Sebelum meninggal Nurcholis dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah sejak 15 Agustus lalu. Cak Nur, demikian dia akrab dipanggil, menjalani operasi transplantasi hati di Guangdong, Cina.

Sebelumnya, Nurcholis juga sempat dirawat di National University Hospital, Singapura.

Sebelumnya, Rabu, (25/8) malam, kondisi Nurcholish memburuk hingga harus dilarikan dari ruang ICCU ke ruangan VVIP RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ketika itu, Nurcholish  dikabarkan masih sadar dan mengenali orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kilas Balik Cak Nur

Nurcholish lahir di Jombang Jawa Timur. Saat kecil, ia pernah bercita-cita menjadi masinis kereta api. Lulus dari KMI (Kulliyatul Mu`allimin al-Islamiyyah) pondok Pesantren Darus Salam di Gontor, Ponorogo, Nurcholis kuliah di Institut Agama Islam Negeri Syarif Hidayatullah di Jakarta dengan meraih gela sarjana Sastra Arab (1968). Nurcholis kemudian mengambil gelar doktor filsafat dari Universitas Chicago di Chicago, Amerika Serikat (1984).

Semasa hidup
Nurcholis dikenal sebagai salah satu orang yang terdepan dalam
mengemukakan gagasan sekularisasi dan liberalisme di Indonesia.

Pada bulan Januari 1970, dalam diskusi yang diadakan oleh HMI, PII, GPI, dan Persami, di Menteng Raya 58, Nurcholis sempat menyampaikan makalah berjudul “Keharusan Pembaharuan Pemikiran Islam dan Masalah Integrasi Umat”.

Kala itu ia menulis, “… dengan sekularisasi tidaklah dimaksudkan penerapan sekularisme dan merobah kaum muslimin menjadi kaum sekularis. Tapi dimaksudkan untuk menduniakan nilai-nilai yang sudah semestinya bersifat duniawi dan melepaskan ummat Islam dari kecenderungan untuk mengukhrowikannya.”

Pernyataannya yang paling menggegerkan adalah tatkala mengemukakan slogan “Islam Yes Partai Islam No", awal 1970-an yang dianggap banyak orang menggembosi partai-partai Islam. 

Greg Barton juga menyebut peran Nurcholis Madjid sangat sentral dalam gerakan kaum neo-modernis pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Gerakannya itu mendapat sebutan berbagai nama, seperti “Pembaruan Pemikiran Islam", dan “liberal." (cha, berbagai sumber)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Syamsuddin: “Sekularisasi dan Liberalisasi Ancaman Dakwah Islam”
Tulisan selanjutnya Malaysia Razia Pengguna Ponsel Bergambar Porno

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

Berita
21 Juli 2026 18:02
MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • ‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?