Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Gus Sholah: “Penyusupan BIN pada Ormas Islam Justru Mendorong Radikalisme”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 November 2005 01:36
Bagikan
Bagikan

 

Rabu, 30 November 2005

Hidayatullah.com—Wakil
Ketua Komisi HAM, Ir, Sholahuddin Wahid atau kerap dipanggil Gus Sholah
mengaku khawatir dengan rencana pemerintah yang akan melakukan
penyusupan ke berbagai ormas-ormas Islam, berkaitan kampanye perang
melawan terorisme.

Menurutnya, rencana seperti itu bukan menyelesaikan masalah. Bahkan justru membuat semakin mengundang tindakan kekerasan.

Menurutnya, apa
yang disampaikannya itu bukan tanpa dasar. Namun berkaitan dengan
pengalaman masa lalu di mana para aparat keamanan dan intelijen yang
hobi menyusup ke ormas-ormas Islam.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Pengalaman
selama ini, cara-cara seperti itu justru disalahgunakan oknum aparat
justru untuk mendorong kekerasan, “ ujarnya sebagaimana disampaikan
pada hidayatullah.com melalui saluran telepon.

Gus Sholah
mencontohkan bagaimana jelasnya kasus-kasus rekayasa aparat keamanan di
tahun 70-an yang selalu ditimpakan pada Islam.

Kasus-kasus hasil rekayasa intelijen itu diantaranya; “Komando Jihad” (Komji), Woyla, Hispran dan banyak lagi.

“Kita sudah pengalaman. Dan umat Islam paling merasakan akibatnya, “ tambahnya.

Karena itu, Gus
Sholah berharap pemerintah tak menerapkan rencana itu. Sebab jika terus
dilaksanakan, dia menilai kelak pemerintah justru akan berhadap-hadapan
dengan umat Islam. Dan jika yang dimusuhi umat Islam, kata dia,
pemerintahlah yang rugi sendiri.

Obok-obok Islam

Sebagaimana
diketahui, dalam raker Komisi I DPR RI dengan jajaran Menko Polhukam di
Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (28/11), Kepala
Badan Intelijen Negara (BIN),  Syamsir Siregar  menyampaikan rencanya
untuk penyusupan pada gerakan-gerakan Islam.

"Kita melakukan
penetrasi kepada kelompok-kelompok Islam radikal dengan cara melakukan
penyusupan internal untuk membuat konflik," ungkap Syamsir.

Namun rencana
pemerintah ini nampaknya mulai mendapatkan banyak perlawanan. Gus Dur
misalnya, mantan Pimpinan Redaksi Majalah Ummat yang juga Direktur
International Centre for Islam and Pluralisms, Syafi’I Anwar menilai
jika cara ini diterapkan BIN, berarti pemerintah tak jauh beda dengan
zaman Orde Baru.

“Saya tidak setuju dengan rancana BIN. Ini sama saja dengan yang dilakukan Orba, “ ujar Syafii Anwar sebagaimana dikutip detik.com. Selain Syafi’I, Gus Dur juga menyampaikan keberatannya terhadap rencana tersebut. (cha)
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Awas, Organisasi Anda Diadu Domba!
Tulisan selanjutnya Jumlah Tahanan AS Yang Masuk Islam Meningkat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?