Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

KH. Abdussomad Buchori Kembali Pimpin MUI Jatim

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 28 Desember 2010 09:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–KH. Abdussomad Buchori terpilih kembali sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur periode 2010-2015 tadi malam pukul 22.00 WIB. Terpilihnya pria yang akrab disapa Kyai Somad ini setelah tim formatur yang berjumlah 13 orang ini sepakat memilihnya tanpa perdebatan.

 
Tim formatur ini terdiri dari 7 orang dari 7 koordinator MUI Wilayah, 2 pengurus MUI domisioner, 1 dewan penasihat, 2 perwakilan Muhammadiyah dan NU, dan 1 perwakilan pesantren.
 
Kyai Somad sendiri hanya bisa mengucap basmalah ketika tahu dirinya dipilih kembali.

“Secara pribadi, terpilihnya saya ucapkan bismilah saja. Saya sendiri dipilih atau nggak dipilih tidak masalah,” tuturnya ketika ditanya hidayatullah.com. 

Kyai Somad sendiri sempat kaget jika seratus persen tim formatur ternyata memilih dirinya. Sebab, selain sudah pernah memimpin, di MUI sendiri baginya banyak tokoh muda dan mampu.
 
Untuk itu, Somad mengaku lebih bersemangat lagi untuk merampungkan beberapa agenda yang belum selesai. Apalagi, ujarnya, ada amanah Musda yang harus dikerjakan.
 
Dua poin prioritas
 
Somad mengakatan, ada dua poin penting yang akan jadi agenda prioritas dalam masa jabatannya kali ini. Yakni moral dan akhlak bangsa serta ekonomi umat. Dua hal itu, menurutnya sesuatu yang sangat penting. Pasalnya, akhlak, moral bangsa kini semakin tergerus oleh budaya kebebasan yang bertolak belakang dengan Islam. Begitu juga dengan ekonomi umat, kondisinya sangat memprihatinkan.
 
Untuk melakukan hal itu, MUI sendiri lebih bersifat mendorong atau memberi arahan kepada umat Islam dan pemerintah. MUI akan menjelaskan berbagai hal yang bisa membuat merusak moral bangsa. Salah satunya terhadap pemaknaan HAM yang salah.
 
Lebih jelas, ujarnya, pemaknaan HAM itu setidaknya terlihat dengan adanya LSM dan pihak tertentu yang menginginkan agar prostitusi Dolly tetap ada. 

“Ini kan aneh. Masa ada orang yang berdemo agar Dolly tidak dibubarkan,” tegasnya. Padahal, secara konstitusi, HAM tidak boleh menabrak norma dan moral.
 
Dalam hal ekonomi, MUI akan mendorong direalisasikannya sistem ekonomi syari’ah. Fatwa seputar perbankan syari’ah dianggap efektif untuk menstimulus dunia perbankan berbalik ke sistem yang lebih syar’i. Tinggal kedepannya,  mensosialisasikan fatwa tersebut atau membuat fatwa yang berkenaan dengan ekonomi.
 
Somad juga mengharapkan pengusaha Muslim agar menjauhi riba dan lebih berkontribusi kepada umat. Sinergitas pengusa dalam membangun perekonomian umat sangat diperlukan. Tidak hanya itu, menurutnya, banyak aset umat Islam yang belum terkelola dengan baik. Seperti zakat, infak, sedekah dan lain sebagainya, belum diopatimalkan.
 
Padahal, ujarnya jika hal itu dikelola dengan baik, bisa jadi sumber perekonomian baru umat Islam. Somad juga memperingatkan umat Islam bahaya kapitalisme. 

“Kapitalisme itu harus dicegah dalam memperluaskan lahan mereka,” tegasnya. [ans/hidayatullah.com]

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadikan Membaca al-Qur’an Sebagai Gaya Hidup!
Tulisan selanjutnya Pakar: Pesantren Basis Pendidikan Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Puluh Negara Muslim Bahas Hukuman Kolektif untuk ‘Israel’

Berita
6 Agustus 2026 12:30
Presiden Iran Kesulitan Berkomunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei
Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
Korea Selatan Mencatat Rekor Suhu Udara Terpanas 42,5 Derajat Celsius

Terbaru

  • Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing
  • Pilot Malaysia Airlines yang Ditangkap di Jakarta Membawa Narkoba Tidak Menerbangkan Pesawat, Kata Malaysia Aviation Group
  • Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?