Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Sepi, Mucikari Tutup Bordilnya

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 24 Januari 2011 09:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Latifah, seorang mucikari di Lokalisasi Dupak Bangunsari, Surabaya terpaksa menutup rumah bordilnya. Pasalnya, sudah beberapa tahun terakhir, tak ada pengunjung.

Latifah menutup bordilnya tahun 2009 lalu. Sejak tahun itu, kata Latifah, memang tak ada pengunjung yang datang. Tidak hanya itu, para pelacur binaanya juga makin pintar. Katanya. mereka selalu pindah-pindah mencari tempat yang ramai.

“Rugi mas. Sekarang sepi, jika memaksa tetap buka, maka rugi,” kata perempuan paruh baya ini kepada hidayatullah.com di rumah bekas bordirnya.

Tidak hanya Latifah, menurutnya, seluruh mucikari yang tinggal di gang 3 itu juga menutup bordilnya.

“Sekarang mereka memilih cari penghasilan dari usaha lain,” katanya. Latifah sendiri sekarang menggantungkan hidupnya dari hasil penyewaan kos miliknya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Latifah menjadi mucikari sejak tahun 1973. Ketika itu, Bangunsari masih ramai-ramainya, bakan paling besar di Surabaya. Menurutnya, jika ada kapal yang mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak, pasti kebanyakan “jajanya” ke Bangunsari.

Dengan sekitar sepuluh pelacur yang dimiliknya, Latifah mampu meraup untung cukup banyak. Tahun 1976, Latifah bisa mendapat Rp 200 ribu perhari. Dari hasil itu, Latifah bisa membeli rumah. Tapi, sejak tahun 1985, pengunjung di Bangunsari mulai berkurang. Puncaknya tahun 2009. Karena tak kuat membayar biaya operasional, maka Latifah menutup bordirnya.

Untuk mengisi sisa umurnya, Latifah mengaku menghabiskannya dengan beribadah sebagai pertobatan dirinya.

“Paling tidak, shalat lima waktu tidak pernah absen,” katanya. Latifah sendiri tidak akan membuka bordilnya lagi.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Elemen Masyarakat Surabaya (Forkemas) Sunarto, menurunya jumlah pelacur dan mucikari di Bangunsari karena giatnya dakwah yang dilakukan kepada mereka. Hampir setiap sepekan sekali mereka dikumpulkan di balai RW dan diberikan pencerahan.

“Mungkin karena didakwahi, jadi perlahan-lahan, jumlahnya terus berkurang,” kata Pembatu Dekan IAIN Sunan Ampel ini. * 

Foto: tempo

  

  

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahlokalisasiold migrateWTS
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tentara AS di Afghanistan Nistakan Al-Quran
Tulisan selanjutnya Ulama Ahlu Sunnah Berkumpul di Al Azhar untuk “Konsolidasi”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?