Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Habib Rizieq Syihab: Hentikan Kekerasan Terhadap Islam!

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 23 Februari 2011 07:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menegaskan, Islam sampai sekarang tetap damai dan toleran. “Istilah bahwa Islam radikal, kekerasan agama, teroris, dan fundamentalis itu hanya diskriminasi,” katanya di Surabaya, Selasa (22/2), pada seminar memperingati Hari Lahir ke-88 NU.

Menurut Habib Rizieq, diskriminasi yang sengaja menyudutkan Islam itu terlihat dalam kasus pemberontakan di Filipina Selatan dan Thailand. “Kalau pemberontak di Filipina selatan dan Thailand itu beragama Islam maka disebut teroris, tapi kalau non-Islam disebut gerilyawan, bukan teroris,” katanya.

Contoh serupa juga terjadi di Kashmir, India, Iraq, Palestina, dan sebagainya. “Kalau Israel melakukan pengeboman tidak disebut teroris,” katanya.

Bahkan, perlakuan diskriminasi pernah dialaminya. “Saat warga muslim Ambon dibantai, hal itu didiamkan, tapi ketika kami datang untuk menolong saudara sesama muslim, maka kami (malah) disebut teroris,” katanya.

Padahal, dia tidak akan menolong saudara sesama muslim jika saudaranya tidak dizalimi atau diberi tekanan baik fisik maupun psikis.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Kalau mau menghentikan apa yang disebut kekerasan itu, maka kuncinya sederhana, yakni hentikan kekerasan terhadap Islam dan tidak menjadikan Islam sebagai tertuduh secara tidak adil,” katanya.

Ia menengarai, akhir-akhir ini muncul serangan psikis terhadap Islam melalui penyebaran buku-buku liberal yang menghina Allah, Nabi, dan Islam.

Dalam seminar itu, Habib Rizieq menyatakan pimpinan NU adalah gurunya dan NU adalah rumahnya.  “Kami sangat mencintai NU, karena NU itu rumah besar kami dan pimpinannya adalah orang tua kami,” katanya.

Karena itu Habib Rizieq mengajak NU dan para ulama untuk menjaga Indonesia dari intervensi pihak luar yang memasukkan aliran sesat dan pikiran liberal.

Sementara itu, mantan Ketua Umum Laskar Jihad Ustadz Ja`far Umar Thalib menilai Islam mengajarkan kelembutan, tapi juga bertindak keras. “Para kiai bilang kekerasan dan kelembutan dalam Islam itu situasional. Kapan untuk kekerasan dan kapan untuk kelembutan itu mengikuti pertimbangan maslahah (manfaat) dan mafsadah (bahaya),” katanya pada seminar yang juga dihadiri Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum itu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasyim Muzadi: Mau Aman, Ahmadiyah Agama Baru
Tulisan selanjutnya Kabinet Baru Mesir Masih Beraroma Mubarak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Berita
5 Juni 2026 12:20
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?