Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Zein Alkaf: Syi’ah Indonesia Lihai Mengambil Hati

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 16 Maret 2011 11:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Diskusi bertajuk “Merajut Ukhuwah Islamiyah di Tengah Pluralitas Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia” mendapat tanggapan dari peneliti Syiah asal Surabaya, Habib Achmad Zein Alkaf. Dalam pernyataanya yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com,  Rabu (16/3), penulis buku-buku Syi’ah ini mengatakan, diskusi yang bertempat di kantor Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jl. Proklamasi Jakarta Pusat, Senin (14/3) itu kental dengan nuansa membela Syi’ah.

“Menanggapi hasil seminar “membela Syiah” yang diadakan di Jakarta pada hari Senin, dengan nara sumber Dr Azyumardi, Dr Agil Siraj dan Dr Quraisy Syihab, membuktikan kelihaian dan kepandaian tokoh tokoh Syiah internasional melobi dan ‘memberangus’ ketiga nara sumber,” ujarnya via email ke redaksi.

Zein Alkaf yang tercatat dalam jajaran Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini mengaku kecewa dengan pernyataan ketiga nara sumber karena secara tak sadar akibat dari pernyataan dan komentarnya itu justru akan bedampak pada konflik layaknya terjadi di Iraq dan di Timur Tengah.

“Mereka tidak sadar dan tidak memikirkan bahwa akibat dari komentar-komentar mereka itu bisa mempercepat apa yang terjadi di Iraq dan di negara negara Timur Tengah lainnya yaitu saling bunuh antara Ahlussunnah dengan Syiah, “ tambahnya.

Ia menambahkan, peryataan para nara sumber itu hanya akan menambah luka pihak lain khususnya ahlusunnah. 

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sebagaimana diketahui, Komisi Ukhuwah Islamiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Senin (14/3) menggelar diskusi bertema “Merajut Ukhuwah Islamiyah Di Tengah Pluralitas Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia”. Diskusi bertempat di kantor Pusat MUI Jl. Proklamasi Jakarta Pusat digelar  menghadirkan Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. Aqiel Siradj, Dr.Qureisy Shihab dan Dr. Khalid Walid.

Dalam acara itu, Prof. Dr Azyumardi Azra dalam paparan berjudul “Realitas Pemikiran dan Gerakan Islam di Indonesia dan Tantangannya dari Masa ke Masa” mengatakan, belakangan ini muncul gerakan transnasional yang mudah mengkafirkan dan mengecam pandangan yang berbeda. Lebih lanjut, ia juga mengatakan rasa khawatirnya  Syiah akan menjadi sasaran setelah Ahmadiyah.

“Padahal Syiah adalah sahabat kita. Saya sangat menyesalkan pelarangan Syiah yang terjadi di Malaysia,” ujar Azyumardi dikutip Radio Iran berbasa Indonesia, IRIB. Dalam situs itu juga disebut, jika ia (Azyumardi) menyatakan dirinya sebagai simpatisan Syiah.

Sementara itu, Dr. Qureisy Shihab dalam paparannya  bertema, “Membangun Visi Bersama Umat Islam Indonesia”  mengatakan,  perbedaan adalah keniscayaan karena perbedaan dalam Islam adalah hal yang alami.

“Perbedaan antar-mazhab hanyalah pada tingkat ushul mazhab dan furu’u dien semata (baca: prinsip mazhab bukan agama).” Menurut Prof Qureisy Shihab, hal tersebut hampir ditemukan pada seluruh mazhab atau aliran dalam Islam, baik Mu’tazilah, bahkan Wahabiyah.

Dalam penjelasannya, Qureisy Shihab juga menjelaskan, “Syiah memiliki ushul mazhab imamah atau kepemimpinan. Karena hal tersebut merupakan ushul mazhab, maka mereka yang tidak menerima Imamah tidaklah berarti kafir,” tambah Qureisy Shihab. Ia bahkan menyayangkan kelompok-kelompok yang sering mengkafirkan kelompok lain yang dinilainya karena kedangkalan pengetahuan.

Di penghujung acara, Dr. Khalid Walid alumnus dari Hawzah Ilmiah Qom, Iran yang juga penggagas acara tersebut menyatakan bahwa acara seperti ini harus terus digalakkan demi persatuan umat dan kesatuan bangsa Indonesia di Nusantara.

Diskusi dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan akademisi dan wakil ormas-ormas Islam termasuk organisasi Ahlul Bait Indonesia (ABI).

Menurut Zein yang juga penulis buku “Export Revolusi Syiah ke Indonesia” ini mengatakan, seharunya para tokoh agama dan pemerintah bisa mengambil pelajaran kasus sebelumnya. Baik di beberapa negara Timur Tengah atau yang baru saja terjadi di Pasuruan bulan Februari lalu.

Ia juga menasehati para nara sumber yang hadir dalam acara itu serta menyarankan pada tokoh Islam untuk meniru ulama-ulama Malaysia,  Brunai Darussalam dan beberapa negara di Timur Tengah dalam menangani kasus Syiah.

“Mereka lebih sayang kepada bangsanya dan ummatnya, meskipun sudah dapat iming-iming dengan segala macam. Dan semua itu membuktikan tingkat iman yang tinggi, “ ujarnya.*

Keterangan foto:

1. Seminar “Merajut Ukhuwah Islamiyah di Tengah Pluralitas”/irib

2. Peneliti dan penulis buku-buku Syiah, Habib Zein Alkaff

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MUIold migratesyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Chaidar: Kebencian Terhadap JIL Berlangsung Lama
Tulisan selanjutnya Desa Awarta Masih Dikepung Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?