Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ulama Rusia Studi Banding ke PP Gontor

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 6 April 2011 06:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejumlah ulama Rusia melakukan studi banding ke Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sekaligus melakukan penjajakan kerja sama di bidang pendidikan dan dakwah Islam dengan lembaga pendidikan tinggi Islam berbasis pesantren tersebut.

Para ulama dari negeri “Beruang Merah” yang tergabung dalam dewan mufti itu sempat terlibat pertemuan serius dengan pihak pengasuh PP Modern Darussalam, Selasa (5/4).

“Pertemuan itu baru sebatas silaturahim. Tadi sempat ada pembahasan mengenai kemungkinan kerja sama dalam bentuk pertukaran pelajar dan mahasiswa Islam antara Indonesia dengan Rusia,” kata Duta Besar Indonesia di Rusia, Aji Surya, saat mendampingi para ulama Rusia.

Diplomat yang tercatat masih alumni PP Modern Darussalam itu menjelaskan bahwa mufti merupakan sebutan ulama yang memiliki wewenang menginterpretasikan teks dan memberikan fatwa kepada umat. Fungsi mufti biasanya diakomodasi dalam suatu organisasi ulama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun Pengadilan Agama.

Ulama Rusia yang datang ke Indonesia dan melakukan penjajakan kerja sama di bidang pendidikan itu masing-masing adalah As-Syaikh Rushan Hazrat Abbyasof, As-Syaikh Damir Hazrat Mukhetdinov, As-Syaikh Arslan Hazrat Sadriev, As-Syaikh Magomed Emin Usmanov, dan As-Syaikh Ildar Usmanov.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam sambutannya, Syaikh Rushan Hazrat Abbyasof, menyampaikan tentang perkembangan umat muslim yang ada di Rusia. Menurut dia, Islam di Rusia sudah ada sejak zaman sahabat Nabi Muhammad SAW, kira-kira lebih dari seribu tahun yang lalu.

Hanya saja sempat mengalami kemunduran ketika komunis berkuasa di Rusia. Islam kembali berkembang pada tahun 1992 karena pada tahun ini kebebasan beragama mulai di dengungkan kembali.

“Saat ini komunitas muslim Rusia mencapai sekitar 23 juta jiwa yang terdiri atas 57 suku di seluruh Rusia,” jelas Syaikh Rushan Hazrat Abbyasof.

Ia menambahkan, suku terbesar dari umat Islam Rusia adalah suku Tatar yang berdomisili di Republik Tatarstan dengan jumlah penduduk lebih dari enam juta jiwa.

Sementara itu, di Moskow, umat islam yang tinggal di sana lebih dari dua juta jiwa. Ada juga yang menetap di Siberia, daerah yang dinginnya mencapai -50 derajat Celcius.

Umat Islam Rusia sangat aktif dalam pergerakan dakwahya. Terbukti, sampai saat ini sudah berdiri 6.000 masjid di seluruh Rusia yang di dukung oleh tujuh Universitas Islam.

“Tetapi perguruan tinggi Islam di negara kami masih jauh kualitasnya dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Karena itulah kami merasa perlu menjalin kerja sama dengan Indonesia untuk belajar lebih dalam lagi tentang Islam, sistem hajinya serta manajemen keuangan syariahnya sehingga nanti bisa mendirikan bank Islam di Rusia,” katanya merendah.

Dalam kesempatan tersebut, Syaikh Rushan Hazrat Abbyasof juga mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan diplomatik yang diberikan presiden pertama Indonesia, Soekarno.

“Pada masa komunis berkuasa di Rusia (Uni Soviet), presiden Soekarno dulu meminta untuk membuka kesempatan beribadah bagi kaum muslimin Rusia sehingga dibukalah masjid yang selama komunis berkuasa sempat berhenti dari kegiatannya,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pimpinan Pondok Modern Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, mengatakan dengan kedatangan rombongan Dewan Mufti Rusia ini, setidaknya mengubah pandangan kita terhadap Rusia yang selama ini dicap sebagai negara komunis.

“Kami berharap dari kunjungan ini, akan semakin terjalin silaturahim dan kerjasama antara umat muslim Rusia dan umat muslim Indonesia, khususnya Gontor,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al-Ma’ruf dan Puncak Amal Kebajikan
Tulisan selanjutnya Sosialisasi Kiamat 21 Mei 2011 Menggila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?