Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Din Syamsudin: Kebobrokan Negara Juga Memicu Radikalisme Agama

Bambang S
Terakhir diupdate:
Bambang S
Dipublikasikan 27 April 2011 21:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Radikalisme agama yang kian marak di Indonesia membutuhkan penanganan yang cukup serius dan cermat dalam melihat akar persolannya, karena radikaliseme agama tidak pernah hilang dalam kehidupan. Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsudin.

“Radikalisme keagamaan akan ada sepanjang masa, dan buktinya juga demikian,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (27/4) sore.

Din berpendapat, dalam menghadapi radikalisme agama, tidak mungkin dihilangkan, tetapi bisa dibatasi. Untuk menanggulanginya perlu upaya semua pihak dan secara menyeluruh oleh pemerintah dan masyarakat madani.

“Kita hanya bisa mengeliminasi dengan penegakan komprehensif, dan ini harus dilakukan oleh seluruh stakeholder  Negara,” terangnya.

Menurutnya kembali, ada porsi tanggung jawab kepada ormas dan masyarakat madani dalam memberikan pemahaman Islam yang moderat, tetapi pemerintah tetap harus bertanggung jawab untuk menanggulanginya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Negara juga bertanggung jawab, terutama dengan tidak memberikan peluang kelompok ini,” ujar Din.

Penyebab lahirnya radikalisme, menurut Din, bukan hanya berasal dari faktor keagamaan teologies ideologi, tetapi mempunyai kemungkinan  faktor non-agama, politik, ekonomi, dan keadilan sosial. Seperti merebaknya korupsi yang tidak ditangani dengan baik oleh pemerintah, sehingga menggerakkan masyarakat berbuat anarkis dan menjadikan agama sebagai justifikasi.

“Pemerintah dan Badan Penangulangan Teror seringkali menerapkan pendekatan kacamata kuda, seolah-olah berasal dari faktor ideologis semata,” lontarnya.

Adanya kerusakan lingkungan, korupsi, tebang pilih dalam penegakan hukum, dan ketidakadilan sosial yang hadir di pentas kehidupan, memungkinkan kelompok-kelompok radikal memprotes keadaan tersebut, bahkan kebobrokan pemerintahan bisa menjadi faktor penting radikalisme agama.

“Hal ini seringkali diabaikan oleh Negara dalam memerangi fundamentalisme, radikalisme, dan terorisme,” kata Din.

Lebih dari itu, menurutnya, yang terpenting dalam penanggulangan radikalisme agama perlu adanya kerjasama antara pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama dengan ormas, bukan merasa sanggup menanganinya sendiri.

“Pemerintah jangan menyisihkan ormas. Dalam hal ini Muhammadiyah merasa disisihkan,” tandas Din.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peringatan 1 Abad Syafrudin Prawiranegara
Tulisan selanjutnya Pemuda Mesir Ingin Bentuk Organisasi Pendorong Reformasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?