Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Adakah Kaitan Tanjung Priok dengan Nama Mbah Priok?

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 25 Mei 2011 14:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tradisi ziarah kubur di tengah masyarakat Indonesia telah berurat akar. Namun, beberapa kasus ditemukan tradisi tersebut dijadikan alat untuk meraup kepentingan materi kelompok tertentu. 

Hal ini terungkap dalam bedah buku bertajuk “Kasus Mbah Priok, Studi Bayani wa Tahqiq Terhadap Masalah Makam Eks TPU Dobo” , yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di Gedung PBNU jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (23/5). Buku setebal 174 halaman itu merupakan hasil penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta.

“Di Indonesia, ziarah makam keramat merupakan tradisi yang sudah lama dan tua. Dalam kasus makam Mbah Priok ini telah terjadi manipulasi sejarah. Seakan-akan makam Mbah Priok itu keramat,” kata JJ Rizal, Sejarawan Universitas Indonesia (UI) yang menjadi salah seorang dalam acara tersebut.

Rizal mencontohkan manipulasi tanggal lahir dan soal asal muasal penamaan Tanjung Priok. Ahli waris mengklaim jika Mbah Priok, yang bernama asli Habib Hasan Al Haddad, adalah sosok yang memiliki kaitan dengan penamaan Tanjung Priok.

“Nama Tanjung Priok sudah ada sejak tahun 1800-an. Mbah Priok meninggal tahun 1927, dan bukan 1756,” kata Rizal.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dalam buku itu pernyataan Rizal juga dipertegas oleh Budayawan Betawi, Ridwan Saidi. Menurut Ridwan, kata “Priok” berasal dari keberadaan Aki Tirem, penghulu daerah Warakas yang terkenal sebagai pengrajin periuk nasi. Sedangkan “Tanjung” merujuk pada kontur tanah yang menjorok ke laut.

Lebih lanjut Rizal mengungkapkan jika Mbah Priok itu bukanlah penyiar ajaran Islam di tanah Betawi. Menurutnya,  tahun1927 Mbah Priok berlayar ke Jakarta. Kedatangannya ke Jakarta adalah untuk berziarah ke makam kramat Luar Batang.

Tetapi, kata Rizal, sebelum kapal yang ditumpanginya melepas jangkar di Tanjung Priok, Mbah Priok meninggal dunia.

Sementara itu pembicara lain, Zaki Mubarok, Ketua Pimpinan Pusat LDNU, mengatakan jika dangkalnya pemahaman akidah masyarakat menjadi salah satu sebab adanya oknum-oknum yang memanfaatkan.

Dalam kasus makam Mbah Priok misalnya, ada ratusan remaja dan pemuda yang mengatasnamakan pasukan berani mati siap membela Mbah Priok.

Ada juga sebagian peziarah makam Mbah Priok yang meyakini bahwa membersihkan makam setiap hari bisa mendatangkan pahala.

Tak hanya itu, Zaki juga menyoroti tentang pengajian rutin yang kerap diselenggarakan di makam Mbah Priok. Setiap Kamis malam Jum’at ada pengajian yang dipimpin oleh Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Alaydrus dan diikuti oleh jama’ah yang banyak.

Namun yang menjadi persoalan adalah dari sisi pengaturan jalan dan tempat parkir kendaraan, kegiatan tersebut seringkali membuat lalu-lintas menjadi macet. Pada waktu acara akan dimulai dan ketika pembacaan rawi (riwayat Nabi) telah sampai pada mahallul qiyam, biasanya mereka menyulut petasan dan kembang api.

“Ziarah kubur itu boleh dan sunnah, yang tidak boleh meminta sama kuburan. Ngaji itu bagus, tapi kalau bikin macet jalanan, itu yang tidak bagus,” begitu ungkap Zakky.

Selain JJ Rizal dan Zaki Mubarak, pembicara lain yang hadir adalah Robi Nurhadi, Koordinator Tim Sosial Pengkaji Kasus Mbah Priok.

Sengketa makam Mbah Priok yang melibatkan ahli waris dengan pengelola pelabuhan Tanjung Priok (Pelindo) memang sudah berlangsung lama. Persoalan ini mengakibatkan terrjadinya bentrokan warga dengan aparat Satpol PP pada 14 April 2010. Sedikitnya tiga anggota Satpol PP tewas dan puluhan warga luka-luka.

Dengan kata lain,   Mbhak Priok tak ada kaitan dengan penamaan Tanjung Priok.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abubakar Ba’asyir Bacakan Pledoi Jelaskan Makna Bejama’ah
Tulisan selanjutnya Digugat Cerai Karena Keluar dari Islam Jamaah-LDII

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?